Aksi solidaritas untuk rakyat Mesir yang dilakukan South East Asia Humanitarian Committee (Seahum) yang awalnya berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, kini mulai bergerak dan dilakukan di depan Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ratusan massa aksi itu terus berkumpul dan meneriakan yel-yel perlawanan dan kecaman terhadap masyarakat Mesir. Mereka juga meneriakkan yel-yel perlawanan dan kecaman terhadap militer Mesir. Di balik aksi itu, ternyata mereka juga melakukan penggalangan dana secara spontan terhadap pejalan kaki yang melintas.
Pantauan Liputan6.com, beberapa orang dari mereka terlihat mengenakan kaos berwarna putih dan mengenakan ikat kepala bertuliskan 'Save Egypt' terlihat menghampiri para pejalan kaki yang melintas dan meminta agar masyarakat dapat membantu.
Ketika memintakan sumbangannya kepada pejalan kaki, massa membawa kantong berbahan kain bertuliskan 'Penggalangan Dana untuk Rakyat Mesir'.
Presiden Seahum Agung Notowiguno membenarkan adanya aksi penggalangan dana dadakan tersebut.
Menurut Agung, penggalangan dana itu sengaja dilakukan pihaknya guna membantu para korban dan demonstran pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi di Kairo, Mesir. Rencananya dana tersebut akan langsung diberikan ke Kairo.
"Iya ini ada aksi penggalangan dana juga yang kita lakukan, sebagai bentuk solidaritas kami terhadap para korban tragedi Mesir. Dana yang nanti terkumpul ini, insya Allah akan kita salurkan langsung ke korban dan rakyat Mesir," terang Agung di depan Kantor Perwakilan PBB, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Menurut Agung, nantinya akan ada tim dari Seahum dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diberangkatkan untuk menyalurkan bantuan langsung ke Mesir.
"Iya kita akan berangkatkan tim berjumlah 4 orang ke Mesir. Tim itu kita fokuskan untuk memberikan bantuan medis dan bantuan lainnya kepada korban di Mesir," pungkas Agung. (Frd)
Ratusan massa aksi itu terus berkumpul dan meneriakan yel-yel perlawanan dan kecaman terhadap masyarakat Mesir. Mereka juga meneriakkan yel-yel perlawanan dan kecaman terhadap militer Mesir. Di balik aksi itu, ternyata mereka juga melakukan penggalangan dana secara spontan terhadap pejalan kaki yang melintas.
Pantauan Liputan6.com, beberapa orang dari mereka terlihat mengenakan kaos berwarna putih dan mengenakan ikat kepala bertuliskan 'Save Egypt' terlihat menghampiri para pejalan kaki yang melintas dan meminta agar masyarakat dapat membantu.
Ketika memintakan sumbangannya kepada pejalan kaki, massa membawa kantong berbahan kain bertuliskan 'Penggalangan Dana untuk Rakyat Mesir'.
Presiden Seahum Agung Notowiguno membenarkan adanya aksi penggalangan dana dadakan tersebut.
Menurut Agung, penggalangan dana itu sengaja dilakukan pihaknya guna membantu para korban dan demonstran pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi di Kairo, Mesir. Rencananya dana tersebut akan langsung diberikan ke Kairo.
"Iya ini ada aksi penggalangan dana juga yang kita lakukan, sebagai bentuk solidaritas kami terhadap para korban tragedi Mesir. Dana yang nanti terkumpul ini, insya Allah akan kita salurkan langsung ke korban dan rakyat Mesir," terang Agung di depan Kantor Perwakilan PBB, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Menurut Agung, nantinya akan ada tim dari Seahum dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diberangkatkan untuk menyalurkan bantuan langsung ke Mesir.
"Iya kita akan berangkatkan tim berjumlah 4 orang ke Mesir. Tim itu kita fokuskan untuk memberikan bantuan medis dan bantuan lainnya kepada korban di Mesir," pungkas Agung. (Frd)