Disebut Banyak Tembak Orang, Polri: Data Kontras Harus Berimbang

Tak hanya data korban meninggal akibat penangkapan polisi, tapi Kontras juga harus merilis jumlah polisi yang tertembak mati saat bertugas.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Agustus 2013, 15:50 WIB
Mabes Polri meminta Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) agar tidak menggeneralisasikan seluruh korban penembakan dengan semua tindak penegakkan hukum yang dilakukan polisi. Menurut Kabag Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto, Kontras harus melihat kembali jumlah korban dengan kasus penembakan yang terjadi selama tahun 2011 sampai 2013 itu.

"Mungkin datanya Kontras perlu dipilih sehingga tidak digeneralisir. Kalau kawan kami tangkap curanmor, teroris, terpaksa harus ditembak. Jangan digebyak oyah. Nanti kita susah," jelas Agus di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Agus meminta Kontras untuk menyampaikan data yang berimbang. Tidak hanya data korban meninggal akibat penangkapan polisi tetapi juga jumlah polisi yang tertembak mati saat bertugas.

"Ini harus ada imbangannya. Polisi tidak mungkin main tembak, aturan tembak itu ketat," tegas dia. "Data itu perlu dirinci kembali."

Kontras sebelumnya merilis data yang menyebut sebanyak 191 orang tewas akibat penembakan sepanjang 2011 hingga 2013 dengan rincian 428 korban luka dari pelaku oknum polisi, 35 korban dari TNI, dan 71 orang dari orang tak dikenal. (Ali/Mut)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya