Pengikut Pondok Nabi dari Berbagai Daerah

Mereka meninggalkan daerah asal sekitar satu hingga dua tahun silam karena yakin kiamat terjadi di Bandung. Kini mereka minta dipulangkan ke daerahnya. PGI menyatakan keyakinan Pondok Nabi berbeda dengan ajaran Kristen.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 November 2003, 23:24 WIB
Liputan6.com, Bandung: Sekitar 300 pengikut kelompok Pondok Nabi yang menunggu kiamat di sebuah gudang di Jalan Siliwangi, Bale Endah, Bandung, Jawa Barat, Senin kemarin, ternyata berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka meninggalkan daerah asal, sekitar satu hingga dua tahun silam untuk tinggal di Bandung. Pasalnya, mereka yakin kiamat akan berawal di Bale Endah. Demikian informasi yang diperoleh SCTV di Bandung, Senin (11/11).

Sebagian pengikut kelompok ini berasal dari daerah Timur Indonesia, seperti Ambon, Kupang, dan Papua. Sedangkan sisanya berasal dari Sumatra Utara dan warga Bandung. Mereka mengaku bergabung Pondok Nabi setelah mendengar suara gaib yang dianggap berasal dari surga. Suara itu berpesan bahwa kiamat akan tiba di Bale Endah pada 10 November 2003. Saat itu, para pengikut Pondok Nabi akan terangkat ke surga.

Untuk bergabung, para pengikut mesti pergi menuju tempat inti kelompok berada. Dalam hal ini, Pondok Nabi di Bandung. Mereka menyerahkan harta miliknya yang besarnya mencapai puluhan juta rupiah kepada kelompok ini sebagai sumbangan. Kebanyakan tidak menyisakan sedikit pun untuk mereka sendiri. Soalnya, mereka yakin tak lagi membutuhkan uang karena kiamat akan datang.

Kini, para anggota kelompok Pondok Nabi yang berasal dari luar Jabar ditampung di Pusat Krisis Gereja Bethel Tabernakel, Jalan Lengkong Besar, Bandung [baca: Kelompok Pondok Nabi Bertahan di Gereja Bethel]. Jumlah mereka yang ditampung di sana sebanyak 230 orang. Sedangkan 70 jemaat yang berasal dari Jabar, seperti Bandung, Cirebon, dan Bogor telah dijemput keluarga mereka.

Ketua Gabungan Gereja Jabar Simon Timorason mengaku pihaknya belum dapat memulangkan para jemaat Pondok Nabi yang berasal dari luar Jabar karena belum memiliki dana. Sejauh ini, menurut Simon, gabungan gereja se-Jabar masih menghimpun dana sambil mengumpulkan para pendeta yang akan memberikan siraman rohani kepada para jemaat.

Kelompok Pondok Nabi dipimpin oleh Mangapin Sibuea, mantan pendeta Pantekosta yang dipecat. Pada 1999, ia membentuk kelompok sendiri. Tempat ibadah kelompok yang dipimpin Subea pernah dibakar warga sekitar yang resah. Soalnya, ia mengaku sebagai rasul terakhir dan mengajak warga bergabung. Untuk kasus ini, Sibuea masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Bale, Bandung. Ia kemudian memindahkan tempat ibadahnya ke sebuah gudang di Bale Endah, Bandung.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pendeta Nathan Setiabudi mengatakan keyakinan tentang hari kiamat yang dianut Pondok Nabi sangat bertentangan dengan ajaran Kristen. "Jalan yang bisa untuk mengembalikan [umat] adalah penggembalaan," ujar Nathan. Namun demikian, ia meminta sekte Sibuea tetap dihargai sepanjang tak mengganggu dan merugikan orang lain.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya