Liputan6.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar membenarkan bahwa Tohir dan Ismail, dua tersangka di balik ledakan bom di Hotel JW Marriott, ditangkap di sebuah hotel di Cirebon, Jawa Barat. Namun dua tersangka lain yang diduga Doktor Azhari dan Noordin M. Thop kabur sambil membawa bahan peledak. Penegasan Kapolri tersebut disampaikan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/10) [baca: Dua Tersangka Bom Marriott Ditangkap di Cirebon].
Berdasarkan temuan polisi, setelah ledakan Bom Marriott, Doktor Azhari dan Noordin M. Thop tinggal di Cigadung Timur, Bandung. Selanjutnya, dalam dua bulan terakhir bersama dengan Thohir dan Ismail mereka berempat tinggal di Jalan Kebon Kembang No. 4, Tamansari, Bandung.
Berbeda dengan foto yang pernah disebar, Doktor Azhari, kini berusia 45 tahun, tinggi 178 sentimeter, berbadan sedang, dan berkulit terang. Ciri lainnya, ia juga memiliki rambut panjang sepunggung, kadang dikuncir, saat ini tidak berkumis, dan memakai kacamata baca tebal. Doktor Azhari yang berbahasa melayu Malaysia sering mengaku dari Padang, Sumatra Barat. Azhari juga selalu membawa tas sandang berwarna hitam yang dililit di pinggang dan berisi bom yang siap diledakkan. Sedangkan ciri-ciri Noordin M. Thop, memiliki tinggi 175 sentimeter, perawakan sedang, rambut panjang sebahu, dan memakai jenggot.
Polisi kini tengah mencari empat bom yang berisi lima kilogram trinitrotoluena (TNT). Bom tersebut diketahui berdasarkan pengakuan Tohir dan Ismail. Terakhir, bom tersebut masih berada di Jalan Kebon Kembang No. 4, Tamansari, Bandung. Untuk itu, polisi terpaksa meminta warga di kawasan itu untuk mengungsi sementara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tohir dan Ismail ditangkap di sebuah hotel di Cirebon, Rabu kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Keduanya kemudian langsung dibawa ke Markas Polda Jawa Barat dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Dari kamar hotel tersangka, polisi menyita empat paket yang diduga bahan baku bom.
Dalam kasus peledakan Bom Marriott, nama Tohir sering disebut-sebut sebagai orang yang bersama Asmar Latin Sani membawa bahan bom dari Bengkulu ke Jakarta. Tohir dalam ledakan tersebut berhasil menyelamatkan diri bersama pengunjung hotel lain dan sempat terekam Close Circuit Television (CCTV). Sedangkan Asmar Latin Sani tewas dalam ledakan itu [baca: Belasan Orang Diduga Terlibat Bom Marriott].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Berdasarkan temuan polisi, setelah ledakan Bom Marriott, Doktor Azhari dan Noordin M. Thop tinggal di Cigadung Timur, Bandung. Selanjutnya, dalam dua bulan terakhir bersama dengan Thohir dan Ismail mereka berempat tinggal di Jalan Kebon Kembang No. 4, Tamansari, Bandung.
Berbeda dengan foto yang pernah disebar, Doktor Azhari, kini berusia 45 tahun, tinggi 178 sentimeter, berbadan sedang, dan berkulit terang. Ciri lainnya, ia juga memiliki rambut panjang sepunggung, kadang dikuncir, saat ini tidak berkumis, dan memakai kacamata baca tebal. Doktor Azhari yang berbahasa melayu Malaysia sering mengaku dari Padang, Sumatra Barat. Azhari juga selalu membawa tas sandang berwarna hitam yang dililit di pinggang dan berisi bom yang siap diledakkan. Sedangkan ciri-ciri Noordin M. Thop, memiliki tinggi 175 sentimeter, perawakan sedang, rambut panjang sebahu, dan memakai jenggot.
Polisi kini tengah mencari empat bom yang berisi lima kilogram trinitrotoluena (TNT). Bom tersebut diketahui berdasarkan pengakuan Tohir dan Ismail. Terakhir, bom tersebut masih berada di Jalan Kebon Kembang No. 4, Tamansari, Bandung. Untuk itu, polisi terpaksa meminta warga di kawasan itu untuk mengungsi sementara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tohir dan Ismail ditangkap di sebuah hotel di Cirebon, Rabu kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Keduanya kemudian langsung dibawa ke Markas Polda Jawa Barat dan selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Dari kamar hotel tersangka, polisi menyita empat paket yang diduga bahan baku bom.
Dalam kasus peledakan Bom Marriott, nama Tohir sering disebut-sebut sebagai orang yang bersama Asmar Latin Sani membawa bahan bom dari Bengkulu ke Jakarta. Tohir dalam ledakan tersebut berhasil menyelamatkan diri bersama pengunjung hotel lain dan sempat terekam Close Circuit Television (CCTV). Sedangkan Asmar Latin Sani tewas dalam ledakan itu [baca: Belasan Orang Diduga Terlibat Bom Marriott].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)