Liputan6.com, Surakarta: Keluarga Taufik Rifki, tersangka anggota jaringan teroris yang tertangkap di Filipina meminta pemerintah Indonesia menjamin keselamatan Taufik. Mereka khawatir, nasib Taufik akan berakhir serupa dengan Faturrahman al-Ghozi, terpidana kasus terorisme yang tewas ditembak di Filipina. Demikian disampaikan keluarga Taufik dalam jumpa pers di sebuah masjid di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/10). [Baca: Al-Ghozi Tewas Ditembak].
Taufik Rifki dibekuk pada 2 Oktober silam. Dia ditangkap polisi Filipina dengan bantuan agen antiteroris Amerika Serikat. Sepekan silam, Presiden Gloria Macapagal Arroyo juga memperkenalkan Rifki sebagai tersangka kasus teroris yang mendapat latihan gerilya langsung dari al-Ghozi [baca: Filipina Menunjukkan Tersangka Baru JI].
Di Jambi, sebanyak 13 dus berisi ribuan petasan berbagai jenis dan ukuran disita polisi dan langsung dimusnahkan. Petasan itu baru tiba dari Jakarta, dan digeledah polisi di gudang ekspedisi PO Cinta Saudara di kawasan Payosilincah, Jambi [baca: Razia Mercon di Jambi Berlanjut].
Sementara itu, 10 ekor kambing belang asal Kedah, Malaysia akan segera dimusnahkan. Pasalnya, hewan-hewan tersebut dicurigai membawa virus penyakit mulut dan kuku. Padahal, keenam binatang yang telah berada di Taman Hewan Siantar, Sumatra Utara itu, termasuk hewan langka di dunia. Bahkan populasinya di dunia diperkirakan tak lebih dari 100 ekor.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Taufik Rifki dibekuk pada 2 Oktober silam. Dia ditangkap polisi Filipina dengan bantuan agen antiteroris Amerika Serikat. Sepekan silam, Presiden Gloria Macapagal Arroyo juga memperkenalkan Rifki sebagai tersangka kasus teroris yang mendapat latihan gerilya langsung dari al-Ghozi [baca: Filipina Menunjukkan Tersangka Baru JI].
Di Jambi, sebanyak 13 dus berisi ribuan petasan berbagai jenis dan ukuran disita polisi dan langsung dimusnahkan. Petasan itu baru tiba dari Jakarta, dan digeledah polisi di gudang ekspedisi PO Cinta Saudara di kawasan Payosilincah, Jambi [baca: Razia Mercon di Jambi Berlanjut].
Sementara itu, 10 ekor kambing belang asal Kedah, Malaysia akan segera dimusnahkan. Pasalnya, hewan-hewan tersebut dicurigai membawa virus penyakit mulut dan kuku. Padahal, keenam binatang yang telah berada di Taman Hewan Siantar, Sumatra Utara itu, termasuk hewan langka di dunia. Bahkan populasinya di dunia diperkirakan tak lebih dari 100 ekor.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)