Pemeran Han Fast and Furious Terpincut Industri Kreatif Indonesia

Kehadiran aktor Hollywood Sung Kang di Indonesia menjadi sorotan besar di kalangan pecinta otomotif dan industri kreatif nasional.

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 14 Mei 2026, 12:18 WIB
Aktor Hollywood Sung Kang sempat menyambangi Monas sebagai ikon Ibu Kota Jakarta. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran aktor Hollywood Sung Kang di Indonesia menjadi sorotan besar di kalangan pecinta otomotif dan industri kreatif nasional. Sosok yang dikenal luas lewat perannya sebagai Han Lue dalam film The Fast and the Furious: Tokyo Drift ini menjalin kolaborasi strategis bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI yang turut didukung oleh MaxDecal dan Tale X IP House Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi industri kreatif dan budaya otomotif Indonesia ke panggung global.

Sebelumnya, Sung Kang hadir dalam ajang The Elite Showcase 2026 yang digelar di ICE BSD, Sabtu (10/5/2026). Kehadiran aktor Hollywood tersebut mendapat sambutan antusias dari para penggemar otomotif Tanah Air.

Momen ini sekaligus membuka peluang kerja sama antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan komunitas otomotif internasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, kemudian menggelar pertemuan khusus dengan Sung Kang pada Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengembangan ekosistem industri kreatif Indonesia serta percepatan peningkatan Intellectual Property (IP) lokal agar mampu bersaing di tingkat dunia.

Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, mengatakan kehadiran Sung Kang memberikan dampak positif terhadap promosi budaya dan kreativitas Indonesia.

“Kehadiran Sung Kang, yang dikenal luas melalui film bertema otomotif, dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap promosi budaya, kreativitas, serta citra modern Indonesia di mata dunia,” ujar Nofian.

Ia juga mengapresiasi langkah Kemenekraf dan Irene Umar yang memfasilitasi kolaborasi antara subsektor otomotif dan industri stiker kreatif Indonesia.

Menurut Nofian, kampanye kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat posisi pelaku industri kreatif lokal sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas.

Selain Sung Kang, sejumlah tokoh otomotif internasional juga hadir dalam agenda tersebut. Mereka antara lain fotografer otomotif dunia Larry Chen serta Namina Inada.

Kehadiran para figur otomotif global ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan budaya otomotif di kawasan Asia.

Dalam pertemuan itu, Sung Kang menerima sejumlah cinderamata khas Indonesia. Salah satunya adalah kostum tim Alter Ego Esports yang pernah menjadi runner-up M7 World Championship.

Selain itu, ia juga menerima art print bertema Indonesia untuk film Drifter karya kreator lokal Starla bersama Bintang Sempurna yang menggunakan material stiker premium dari Maxdecal.

 

 

Promosi Film

Kunjungan Sung Kang ke Indonesia juga menjadi bagian dari promosi film terbarunya berjudul Drifter. Film independen bertema otomotif tersebut menampilkan Sung Kang sebagai penulis, sutradara, sekaligus pemeran utama.

Drifter mengisahkan perjuangan seorang pembalap drift dengan mobil ikonik Toyota AE86 bernama “Lola”.

Nofian berharap kolaborasi internasional ini dapat mempererat hubungan industri otomotif Indonesia dan Jepang.

Bahkan, ia membuka harapan agar ajang modifikasi bergengsi Jepang, Tokyo Auto Salon, suatu saat dapat diselenggarakan di Indonesia.

Wamen Ekraf Irene Umar mengungkapkan kesan mendalam terhadap kepribadian Sung Kang yang dinilai sangat hangat dan rendah hati.

“Sangat rendah hati, penuh gairah, dan hangat. Kalimat pertama yang ia ucapkan kepada saya adalah: ‘Orang-orang Anda sangat baik, saya pasti akan kembali lagi ke sini’,” ujar Irene.

Ia juga menyampaikan bahwa komunitas otomotif Indonesia bukan sekadar pencinta mobil, melainkan kreator yang membangun karya dengan hati.

Dalam kesempatan tersebut, Irene turut memperkenalkan ikon Jakarta, Monumen Nasional, serta menyerahkan ilustrasi karya seniman lokal sebagai simbol kreativitas Indonesia.

Menurut Irene, pemerintah ingin membawa Indonesia bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi kreatif tingkat global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya