Bandara Ngurah Rai Dibuka Kembali

Tepat pukul 15.00 WITA atau setelah Presiden Bush bertolak ke Australia, Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, kembali dibuka untuk umum. Begitu pintu dibuka, para penumpang berbondong-bondong masuk bandara.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Oktober 2003, 19:13 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Presiden Amerika Serikat George Walker Bush telah bertolak ke Australia. Ia berangkat dengan menggunakan pesawat kepresidenan AS, Air Force One dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, pukul 15.00 WITA. Nah, sejak saat itu pula bandara dibuka kembali untuk umum. Para penumpang yang sempat tertunda keberangkatannya langsung berbondong-bondong masuk bandara.

Selama kedatangan Bush di Bali, Bandara Ngurah Rai ditutup selama hampir 4,5 jam. Banyak penerbangan harus ditunda atau dijadwal ulang [baca: Selama Kunjungan Bush, Bandara Ngurah Rai Ditutup].

Di saat itu, pijat refleksi menjadi kegiatan sebagian calon penumpang yang telanjur masuk ke bandara sebelum ditutup untuk umum pada pukul 09.30 WITA. Dua tempat pijat refleksi di bandara yang selama ini sepi, tiba-tiba dibanjiri peminat yang bosan menunggu keberangkatan. Tercatat, sembilan penerbangan menuju Jakarta, Mataram, Nusatenggara Barat, dan Surabaya, Jawa Timur, dijadwal ulang.

Selain itu, penumpukan penumpang juga terjadi di ruang tunggu pemberangkatan internasional. Beberapa penerbangan internasional juga mengalami pembatalan atau penjadwalan ulang keberangkatan. Pada saat yang sama, sebagian penumpang tertahan di pintu masuk bandara. Karenanya begitu pintu bandara dibuka, para penumpang berbondong-bondong masuk.(AWD/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya