Cara Petugas Haji Lacak Barang Jemaah yang Tercecer di Bandara Arab Saudi

Hampir setiap hari, petugas menemukan koper, tas paspor, serta kartu nusuk yang tertinggal saat proses kedatangan jemaah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 13 Mei 2026, 17:47 WIB
Ilustrasi ibadah haji, Ka'bah. (Photo by ibrahim uz on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara bergerak cepat menangani barang tercecer milik jemaah haji Indonesia di bandara Arab Saudi. Tim Lost and Found hampir setiap hari menemukan koper, tas paspor, serta kartu nusuk yang tertinggal saat proses kedatangan jemaah.

Barang-barang tersebut ditemukan di dua pintu masuk utama jemaah Indonesia, yakni Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah dan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Bandara, Abdul Rohim Rahmat, mengatakan, petugas langsung mengumpulkan barang temuan dan mengirimkannya ke kantor Daker Madinah atau Daker Makkah sesuai lokasi keberadaan jemaah.

“Dari beberapa hari ini di Bandara Jeddah banyak barang jemaah yang tercecer. Kita antar ke Daker Makkah,” kata dia pada tim Media Center Haji di Jeddah, Rabu (13/5/2026).

Petugas menemukan berbagai jenis barang milik jemaah, mulai dari koper besar, tas kabin, kursi lipat, hingga perlengkapan kesehatan. Dokumen perjalanan juga menjadi barang yang paling sering tercecer selama proses kedatangan.

“Yang banyak hilang itu ID card dari embarkasi, termasuk kartu nusuk juga banyak yang lepas,” ujarnya.

Menurut Rohim, banyak jemaah hanya mengaitkan kartu nusuk menggunakan tali biasa sehingga mudah terlepas saat perjalanan. Petugas kemudian mengubah metode pemasangan dengan mengikat kartu lebih kuat untuk mengurangi risiko hilang.

Selain kartu identitas, laporan kehilangan paspor juga cukup sering diterima petugas. Namun setelah ditelusuri, sebagian besar kasus ternyata bukan murni kehilangan.

“Paling banyak penemuan sekarang itu bukan hilang, tapi tertukar dan terbawa. Titip juga ke temannya lupa, dianggapnya hilang padahal tidak hilang,” jelas Rohim.

Saat menerima laporan kehilangan dari jemaah atau ketua kloter, tim Linjam bersama tenaga penghubung langsung melakukan pencarian di lapangan. Petugas melacak kemungkinan lokasi barang tertinggal, termasuk di terminal bandara, bus pengangkut jemaah, ruang tunggu, dan pesawat.

“Tim di lapangan akan mencari posisinya di mana. Yang susah jemaah menyampaikan tidak tahu di mana lokasi barang hilang, kita yang harus gerak cepat,” kata Rohim.

Setelah menemukan barang, petugas membuat berita acara resmi sebelum menyerahkan kembali pada pemiliknya melalui Daker sesuai lokasi jemaah berada.

Petugas mencatat, sedikitnya 152 barang tercecer ditemukan di wilayah Madinah dan telah dikembalikan melalui prosedur resmi. Jumlah itu belum termasuk barang temuan di Bandara Jeddah yang masih terus bertambah selama fase kedatangan gelombang kedua.

“Sekarang ada banyak barang ini kita antar juga ke Makkah,” ucapnya.

Jemaah Perlu Jaga Dokumen Penting

Meski demikian, Rohim menilai jumlah barang tercecer pada kedatangan jemaah gelombang kedua tidak terlalu signifikan dibanding fase sebelumnya. Ia menyebut, imbauan yang terus dilakukan petugas dan ketua kloter mulai membuahkan hasil.

Petugas secara khusus mengingatkan jemaah agar menjaga dokumen penting, seperti paspor, visa, dan kartu nusuk. Pihaknya juga meminta jemaah tidak meninggalkan tas paspor di kamar mandi, area tunggu, maupun kendaraan pengangkut.

“Kalau tertinggal di pesawat segera kita koordinasi dengan kru pesawat,” ujar Rohim.

Untuk menangani persoalan kehilangan barang, Daker Bandara menyiagakan 23 personel Linjam yang bekerja dalam tiga shift selama 24 jam. Tim tersebut mendapat dukungan dari personel lintas tugas yang ikut membantu proses pencarian barang milik jemaah.

“Ada juga personel kita selalu standby, istilahnya pemburu paspor atau pemburu barang hilang. Karena kalau sudah hilang seperti paspor itu barang berharga,” tegas Rohim.

Ia mengaku masih sering menemukan jemaah yang lengah terhadap barang bawaannya sendiri. Dalam beberapa kasus, jemaah baru menyadari tas paspor hilang setelah ditanya petugas.

Petugas kembali mengingatkan jemaah agar membawa sendiri barang pribadinya dan tidak menitipkan dokumen penting pada orang lain selama perjalanan ibadah haji.

“Barang tetap dibawa sendiri-sendiri, jangan dititip. Selalu nempel di badan, jangan sampai barang ketinggalan,”tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya