Terungkap Dalam Sidang, Detik-Detik Andrie Yunus Disiram Cairan Pembersih Karat

Dua oknum BAIS TNI mengaku sudah mau pulang sebelum akhirnya melihat Andrie Yunus keluar dari YBLHI menggunakan sepeda motor matic warna kuning.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 13 Mei 2026, 14:23 WIB
Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Dok Tangkapan Layar YouTube)

Liputan6.com, Jakarta - Terdakwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mengaku membuntuti korban dari YLBHI hingga Jalan Salemba sebelum melakukan penyerangan.

Dalam sidang terungkap cairan pembersih karat sudah disiapkan di dalam tumbler sejak awal pengejaran.

"Waktu ada informasi kalau Andrie Yunus keluar dari YLBHI, saya langsung otomatis mengambil cairan tersebut yang menyantol di kendaraan," kata Sersan Dua Edi Sudarko di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Edi mengaku dirinya bersama Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi awalnya hendak pulang karena larut malam.

Namun rencana berubah setelah Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo melihat Andrie keluar dari YLBHI menggunakan motor matic warna kuning.

"Itu kayaknya Andrie Yunus keluar YLBHI menggunakan kendaraan warna kuning matic," ujar Edi menirukan ucapan Terdakwa III.

Setelah itu, Terdakwa III dan IV mengikuti dari belakang. Sementara Edi dan Terdakwa II berada tepat di belakang motor Andrie Yunus.

"Yang pas di belakang kendaraan Andrie Yunus kendaraan siapa?" tanya Oditur.

"Terdakwa dua dan saya," jawab Edi.

Edi mengaku para terdakwa terus membuntuti Andrie tanpa berhenti hingga Jalan Salemba. Di lokasi itu, Edi dan Terdakwa II menyalip sepeda motor korban lalu memutar arah berlawanan.

"Terdakwa dua berputar balik berlawanan dengan laju kendaraan Andrie Yunus," kata Edi.

Saat motor berpapasan, Edi membuka tutup tumbler berisi cairan pembersih karat yang sebelumnya digantung di motor.

"Kapan dibuka?" tanya Oditur.

"Waktu mendekati," jawab Edi.

Cairan itu kemudian disiramkan ke arah tubuh Andrie dari jarak sekitar satu meter.

"Sekiranya jarak satu meter tutup tumbler kami buka," ujar Edi.

Edi mengaku saat penyiraman terjadi, Andrie menggunakan helm. Namun kaca helm korban disebut masih terbuka.

"Setahu kami pakai helm, namun kaca masih terbuka" katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya