Monumen <i>Ground Zero</i>, Kilas Balik Tragedi Bali

Pembangunan Monumen <I>Ground Zero</i> dimaksudkan sebagai kilas balik dari tragedi yang menelan ratusan korban jiwa, 12 Oktober 2002. Pembangunan monumen sepenuhnya belum selesai.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Oktober 2003, 14:41 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Tragedi Bom Bali memang menjadi peristiwa dunia yang patut dikenang. Tragedi yang menewaskan sekitar 186 orang tewas itu mengingatkan akan kekejaman aksi terorisme. Tak heran, jika Pemerintah Daerah Bali membangun Monumen Ground Zero di bekas lokasi ledakan sebagai tempat peringatan aksi tersebut. "Monumen ini sebagai kilas balik atas kejadian itu," ujar arsitek Monumen Ground Zero I Wayan Gomudha saat berdialog dengan reporter SCTV Bayu Sutiyono di Garuda Wisnu Kencana, Denpasar, Bali, Ahad (12/10).

Menurut Dosen Fakultas Teknik Universitas Udayana ini, pembangunan monumen juga sebagai sosialisasi kepada internasional bahwa Bali masih mempunyai potensi yang besar. Soalnya, setelah peristiwa mengenaskan itu terjadi hampir sebagian besar potensi, terutama dunia bisnis di Pulau Dewata juga ikut terkubur. Itulah sebabnya, pembangunan monumen ini sebagai lambang bangkitnya aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya di Bali.

Terlepas dari itu semua, pembangunan monumen dalam bentuk candi tumpang lima di atas lahan seluas 1,37 are saat ini belum sepenuhnya selesai. Monumen yang ada sekarang masih dalam tahap jangka pendek. Ini dimaksudkan untuk mengejar peringatan setahun terjadinya tragedi tersebut. Saat ini, di monumen hanya ada sebuah altar untuk menempatkan karangan bunga, nama-nama korban yang digrafir di atas marmer, dan tempat pemancangan bendera negara-negara yang warganya jadi korban. Sementara untuk jangka panjang, monumen akan dibangun lebih luas.(ORS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya