Korban Kecelakaan Situbondo Sulit Diidentifikasi

Sebagian besar jenazah rusak akibat luka bakar yang sangat parah. Bahkan, sidik jari korban sudah tak bisa dikenali lagi. Polisi meminta keluarga membantu mengenali korban.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Oktober 2003, 14:47 WIB
Liputan6.com, Situbondo: Tim forensik mengalami kesulitan mengindetifikasi 54 jenazah korban tabrakan maut di tanjakan depat pintu Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton, Kecamatan Banyulugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sebab, sebagian besar jenazah rusak akibat luka bakar yang sangat parah. Bahkan, sidik jari korban yang kebanyakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan I Yapemda, Tanjungtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, ini sudah tak bisa dikenali lagi. Hingga Kamis (9/10) siang, ke-54 jenazah masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah Situbondo.

Untuk memudahkan proses identifikasi, Kepolisian Daerah Jawa Timur meminta keluarga korban datang ke Situbondo. Polda Jatim sudah berkoordinasi dengan Polda Yogyakarta dan Polres Sleman untuk membantu serta mengawal keberangkatan keluarga korban. Rencananya, keluarga korban akan berangkat ke RSUD Situbondo Kamis siang dengan pengawalan personel Polda Yogyakarta. Saat ini Kepala Polda Yogyakarta Brigadir Jenderal Sudirman sudah menunggu kedatangan keluarga korban di RSUD Situbondo, tempat korban diidentifikasi [baca: Pekik Tangis Mewarnai Kedatangan Siswa SMK Yapemda].

Tim forensik yang mengidentifikasi korban berjumlah sekitar 20 orang. Mereka terbagi dalam tiga tim. Tim pertama memeriksa kondisi mayat, tim kedua menginvestigasi identitas mayat, dan tim ketiga bertugas menggabungkan hasil kerja tim pertama dan kedua. Nantinya, tim ketiga inilah yang akan mengambil kesimpulan dan mempublikasikan hasil identifikasi.

Kepada Kantor Berita Antara, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Heru Susanto mengatakan, pihaknya kini sedang menyelidiki mengapa truk tronton yang menabrak bus berada di lajur kanan. Saat ini polisi tak mau gegabah memutuskan siapa yang bersalah dalam peristiwa kecelakaan tersebut. "Polisi tak akan gegabah memutuskan siapa yang bersalah dalam peristiwa kecelakaan maut itu, tapi kami akan melakukan analisis dengan melihat fakta-fakta di lapangan," kata Heru Susanto.

Dari informasi yang dikumpulkan reporter SCTV, tabrakan terjadi ketika bus AO Transport melintas di Jalan Raya Banyublugur. Rombongan dilaporkan baru melakukan kunjungan industri ke Bali. Mendadak, dari arah berlawanan muncul sebuah truk kontainer yang melaju kencang. Rupanya, truk terlampau mengambil jalur ke kanan dan sulit dikendalikan sehingga melintang ke bahu jalan. Sopir bus berusaha menghindar. Namun, dari arah belakang sebuah truk box bermuatan mangga menghantam badan bus. Tabrakan tak bisa dihindarkan. Benturan keras langsung membuat bus terbakar.

Puluhan murid Yapemda I diduga sudah mengetahui busnya bakal bertabrakan. Akhirnya, mereka bergegas menuju pintu belakang. Malangnya, pintu belakang bus terkunci. Sementara pintu depan kiri macet tergencet kepala kontainer. Karena itu, para korban terlihat hangus menumpuk di pintu belakang saat dievakuasi. "Informasi yang saya dapat api berasal dari belakang bus. Itu membuat korban langsung hangus terbakar," kata Machroji, guru SMK I Yapemda, yang selamat karena berbeda bus [baca: Kecelakaan Bus, Puluhan Pelajar SMU Tewas].

Daftar Korban Tewas:

1. Aminita II AK 3
2. Ari Susanti II AK 3
3. Arifah Febriana II AK 3
4. Cornia Pujiningsih II AK 3
5. Diah Prihatin II AK 3
6. Dwi Wahyuni II AK 3
7. Evi Kurniawati II AK 3
8. Giyanti II AK 3
9. Harti II AK 3
10. Ika Susilowati II AK 3
11. Lanjar II AK 3
12. Nita Tri Handayani II AK 3
13. Novika Rahmawati II AK 3
14. Nuri Lestari II AK 3
15. Parmiyati II AK 3
16. Ria Yuliana II AK 3
17. Rina Dalyanti II AK 3
18. Riyani II AK 3
19. Ruli Rubiyanti II AK 3
20. Septi Maryam II AK 3
21. Siti Nurhidayati II AK 3
22. Siti Prihatin II AK 3
23. Sri Pamularsih II AK 3
24. Sri Parwatih II AK 3
25. Sugiyem II AK 3
26. Tri Astuti II AK 3
27. Umi Asih II AK 3
28. Vira Widiyanti II AK 3
29. Wiji Astuti II AK 3
30. Yuli Puspitasari II AK 3
31. Bambang Pamungkas II AK 3
32. Gustyan Riyanto II PJ 1
33. Ani Isnawati II PJ 2
34. Asti Romayuni II PJ 2
35. Bekti Puspitasari II PJ 2
36. Dina Mariyana II PJ 2
37. Dwi Astuti II PJ 2
38. Eni Astuti II PJ 2
39. Esti Munawaroh II PJ 2
40. Feri Yuniastuti II PJ 2
41. Fitri Nurhayati II PJ 2
42. Estanti II PJ 2
43. Lulu Gintiyani II PJ 2
44. Nuriani II PJ 2
45. Siti Latifah Zaroh II PJ 2
46. Sri Lestari II PJ 2
47. Sri Utami II PJ 2
48. Sumarni II PJ 2
49. Titi Suprapti II PJ 2
50. Tri Mariyani II PJ 2
51. Vita Purwanti II PJ 2
52. Drs Zubaidi Guru Pendamping
53. Tulus Eklas, Bsc Guru Pendamping
54. Waluyo Adi Pemandu Wisata
(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya