Permintaan Merchandise Piala Dunia 2026 Melonjak, Perusahaan China Ketiban Untung

Permintaan merchandise untuk Piala Dunia 2026 meningkat pesat, sehingga produsen di China mendapatkan banyak pesanan.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 11 Mei 2026, 14:30 WIB
Topi dan barang dagangan lainnya untuk Piala Dunia 2026 dipajang di sebuah toko di Pasar Perdagangan Internasional Yiwu di Yiwu, provinsi Zhejiang, China timur, pada 17 September 2025. Kekhawatiran tarif merugikan pesanan barang dagangan Piala Dunia di pabrik rajutan Shang Yabing di China, di mana rak-rak syal menampilkan logo tim nasional dari Irlandia hingga Tanzania. Produsen di pusat ekspor China, Yiwu, biasanya sudah dibanjiri pesanan Piala Dunia menjelang turnamen sepak bola musim panas mendatang, yang kali ini diselenggarakan oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (Jade GAO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Permintaan untuk produk-produk yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026 sudah mengalami peningkatan signifikan bahkan sebelum turnamen resmi dimulai. Hal ini dimanfaatkan oleh produsen di China yang kini berusaha keras untuk memenuhi permintaan dari pasar global.

Di Yiwu, sebuah kota yang dikenal sebagai pusat industri kecil di bagian timur China, aktivitas ekonomi sudah mulai meningkat meskipun kick-off turnamen di Amerika Utara masih lebih dari sebulan lagi. Para pelaku bisnis di daerah tersebut melaporkan adanya lonjakan pesanan untuk berbagai jenis merchandise sepak bola.

“Piala Dunia mendorong antusiasme orang untuk bermain sepak bola,” ungkap Lin Yuanyuan, seorang pedagang setempat. Ia menambahkan bahwa permintaan untuk bola sepak anak-anak mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pasar untuk produk ini datang dari berbagai wilayah, terutama dari Amerika Selatan dan Afrika. Selain itu, produk-produk unik seperti bola sepak untuk hewan peliharaan juga menunjukkan penjualan yang baik di pasar.


Barang Spesial

Pada 17 September 2025, sebuah toko di Pasar Perdagangan Internasional Yiwu, provinsi Zhejiang, China timur, memajang kacamata dan merchandise lainnya untuk Piala Dunia 2026.

Asosiasi Industri Produk Olahraga dan Kebugaran Yiwu tidak hanya fokus pada produk-produk biasa, tetapi juga menciptakan bola unik yang terinspirasi oleh Piala Dunia 2026. "Kami memasukkan warna dasar dan elemen dari tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ke dalam desainnya, dan respons pelanggan sangat positif," ungkap salah satu perwakilan dari asosiasi tersebut.

Piala Dunia edisi 2026 akan membawa perubahan signifikan dengan bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Selain itu, durasi turnamen yang lebih panjang dan jangkauan penonton yang semakin luas juga berkontribusi pada meningkatnya permintaan akan produk-produk terkait dengan acara tersebut.


Pola Produksi

Sebuah stan merchandise memajang suvenir Piala Dunia di pusat kota Kansas City saat Kansas City bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 pada 13 April 2026 di Kansas City, Kansas. (Jamie Squire/Getty Images via AFP)

Perusahaan yang memiliki lisensi kekayaan intelektual (IP) telah mengubah pola produksi mereka. Dengan menerapkan sistem kerja bergilir dan menyesuaikan jadwal shif, mereka berusaha agar proses pengiriman tetap berjalan dengan lancar.

Produk-produk yang memiliki lisensi resmi dari Piala Dunia serta barang-barang IP yang sedang populer mengalami peningkatan baik dalam hal produksi maupun penjualan. Menurut data dari bea cukai Yiwu, pada kuartal pertama tahun ini, ekspor perlengkapan olahraga dari kota tersebut mencapai 2,83 miliar yuan, yang setara dengan sekitar 414,53 juta dolar AS.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang menegaskan dampak langsung dari euforia Piala Dunia terhadap industri terkait. Hal ini menunjukkan bahwa acara besar seperti Piala Dunia tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memberikan keuntungan bagi berbagai industri lainnya.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya