Ketua KOI Ungkap Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja Akibat Efisiensi Anggaran

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, menyatakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja akibat efisiensi anggaran pemerintah.

oleh ThomasDiterbitkan 09 Mei 2026, 16:00 WIB
Rapat Anggota Tahunan KOI 2026

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, secara terang-terangan menyatakan kondisi olahraga di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan KOI 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026. Oktohari menyoroti iklim olahraga di tanah air yang tidak mengenakkan, khususnya terkait masalah anggaran.

Oktohari secara gamblang menyebutkan, “Saya katakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja, betul enggak? Terutama masalah duit.” Komentar ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran yang mulai berdampak pada program strategis peningkatan prestasi atlet di kancah internasional.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi masa depan olahraga nasional. Efisiensi anggaran ini mengganggu pelatnas beberapa cabang olahraga yang sedang bersiap menghadapi event besar Asian Games 2026.

 


Kondisi Olahraga Nasional dan Isu Anggaran

Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa kondisi olahraga di Indonesia saat ini jauh dari kata ideal. Pernyataan ini didasari oleh berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan dana. Keterbatasan anggaran menghambat pengembangan atlet dan program pembinaan.

Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah menjadi salah satu isu krusial yang berdampak langsung pada sektor olahraga. Kebijakan ini secara signifikan membatasi ruang gerak federasi olahraga untuk melaksanakan program-program yang telah direncanakan. Akibatnya, peningkatan prestasi atlet di kancah internasional terancam.

Oktohari juga menyoroti bahwa anggaran untuk olahraga masih sangat minim. Angka di bawah 0,1 persen dari APBN menunjukkan kurangnya keberpihakan terhadap sektor ini. Padahal, olahraga memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa di mata dunia.


Polemik Perjalanan Atlet: Bukan Sekadar Dinas

Salah satu poin krusial yang disoroti Raja Sapta Oktohari adalah klasifikasi perjalanan atlet ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa menyamakan keberangkatan atlet untuk pemusatan latihan (training center) atau uji coba (try out) dengan perjalanan dinas birokrasi adalah kekeliruan besar. Oktohari menyatakan, “Tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Ngawur betul! Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian.”

Menurutnya, aktivitas atlet di luar negeri adalah bagian dari perjuangan mengejar prestasi. Hal ini bukan sekadar tugas administratif yang bisa disamakan dengan perjalanan dinas kementerian. Perjalanan atlet memiliki tujuan spesifik untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

Pemusatan latihan dan uji coba merupakan elemen penting dalam persiapan atlet menghadapi kompetisi. Menyamakan hal ini dengan perjalanan dinas menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap esensi pembinaan olahraga. Klasifikasi yang tepat diperlukan untuk mendukung kebutuhan atlet secara optimal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya