Kampus Kian Inklusif, Teman Tuli Tak Perlu Ragu Kenyam Pendidikan Tinggi

Tuli dan kondisi disabilitas lain bukan lagi alasan tak kenyam pendidikan tinggi karena lingkungan kampus semakin inklusif.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 11 Mei 2026, 07:00 WIB
Kampus Kian Inklusif, Teman Tuli Tak Perlu Ragu Kenyam Pendidikan Tinggi. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Teman Tuli tak perlu ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena lingkungan kampus kian inklusif.

Hal ini disampaikan Hasbi Ridla Ilahi, wisudawan Tuli yang lulus dari program studi Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran (Unpad) Selasa 5 Mei 2026.

“Bagi saya seorang Tuli, informasi sangat sulit saya dapatkan. Banyak tantangan yang saya hadapi, mengalami sejumlah hambatan dalam mengikuti perkuliahan di awal. Ada rasa ingin mundur karena merasa tidak sesuai. Saya merasa tidak cocok berada di sini,” ujar Hasbi dalam pidato wisuda seperti diinterpretasi Juru Bahasa Isyarat (JBI) Fransisca Octi mengutip laman resmi, Sabtu (9/5/2026).

Namun, lanjut Hasbi, kampus ternyata memerhatikan aksesibilitas yang dibutuhkannya. Ada akses bahasa isyarat dan JBI yang membantunya memperoleh informasi baik di dalam maupun di luar kelas.

Hasbi tercatat sebagai wisudawan Tuli pertama yang menyampaikan pidato perwakilan wisudawan di kampus itu. Dalam pidatonya, ia juga menyampaikan apresiasinya kepada dosen dan teman-teman yang telah mendukungnya selama perkuliahan, serta berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitasnya.

Hasbi juga mendorong agar orang tua dan masyarakat mendukung serta memberikan kesempatan kepada teman-teman disabilitas untuk memperoleh hak pendidikan yang lebih baik.

“Saya Tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua,” ungkap Hasbi.

Cetak Lulusan Pencipta Nilai

Dalam acara yang sama, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa pihaknya mendidik lulusannya bukan hanya untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta nilai.

Ia berharap, lulusan tidak sekadar mengikuti perubahan, melainkan mampu memimpin perubahan, serta berdiri sejajar dalam kompetensi global.

“Teruslah belajar dan beradaptasi, jagalah integritas dalam dunia yang penuh tekanan, dan jadikan pengabdian sebagai orientasi,” pesan Rektor ketika melantik 2.028 wisudawan.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya