IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Anjlok 2,86%, Analis Ungkap Penyebabnya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan 7.000 pada perdagangan saham Jumat, (8/5/2026) didorong sentimen global dan domestik.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Mei 2026, 18:14 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Jumat, (8/5/2026). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Jumat, (8/5/2026). IHSG hari ini pada sesi kedua makin tergelincir didorong koreksi saham emiten berbasis logam dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 2,86% menjadi 6.969,39. Indeks saham LQ45 turun 2,39% menjadi 677,17. Seluruh indeks saham acuan tertekan. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.186,83 dan level terendah 6.959,39.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, koreksi IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi. Hal ini dinilai karena perundingan Amerika Serikat dan Iran yang belum menembukan jalan tengahnya. Herditya menambahkan, tekanan terhadap rupiah juga membebani IHSG.

“Kalau dilihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga kembali melemah. Di sisi lain secara teknikal yang telah kami sampaikan pada report pagi di mana masih terdapat potensi pelemahan IHSG ke depan. Serta yang terbaru IHSG juga dibebani oleh emiten berbasis metal mining,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, saham emiten berbasis tambang logam turun setelah ada usulan rencana menaikkan royalty minerba untuk meningkatkan penghasilan negara.

Adapun sebanyak 575 saham melemah sehingga menekan IHSG. 133 saham menguat dan 108 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.828.918 kali dengan volume perdagangan saham 56,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 36,1 triliun.Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.365.

Dari 11 sektor saham, sektor saham kesehatan naik sendirian jelang akhir pekan ini. Sektor saham kesehatan menguat 0,70%. Sementara itu, sektor saham energi merosot 4,59%, sektor saham basic susut 7,8%, dan catat koreksi terbesar, dan sektor saham industri melemah 4,55%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 2,11%, sektor saham consumer siklikal terperosok 3,39%, sektor saham keuangan turun 1,48%. Lalu sektor saham properti melemah 2,66%, sektor saham teknologi terpangkas 1,91% dan sektor saham transportasi tersungkru 5,72%.

Gerak Saham

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Jelang akhir pekan ini, saham PNBN ditutup stagnan di posisi Rp 1.055 per saham. Harga saham PNBN berada di level tertinggi Rp 1.075 dan terendah Rp 1.030 per saham. Total frekuensi perdagangan 649 kali dengan volume perdagangan 94.877 saham. Nilai transaksi Rp 10,1 miliar.

Harga saham BBNI melemah 3,02% menjadi Rp 3.802 saham. Harga saham BBNI dibuka stagnan di Rp 3.980 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.990 dan level terendah Rp 3.860 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.985 kali dengan volume perdagangan saham 592.504 saham. Nilai transaksi Rp 232,3 miliar.

Harga saham KLBF ditutup naik 2,22% menjadi Rp 920 per saham. Harga saham KLBF dibuka stagnan di Rp 900 per saham. Harga saham KLBF berada di level tertinggi Rp 930 dan level terendah Rp 880 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.966 kali dengan volume perdagangan saham 1.460.264 saham. Nilai transaksi Rp 132,3 miliar.

Harga saham DMAS ditutup naik 1,99% menjadi Rp 154 per saham. Harga saham DMAS dibuka turun menjadi Rp 149 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 159 dan level terendah Rp 148 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.075 kali dengan volume perdagangan saham 4.247.853 saham. Nilai transaksi Rp 65,2 miliar.

Top Gainers-Losers

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham MPOW melonjak 34,55%
  • Saham MEDS melonjak 34,48%
  • Saham IRRA melonjak 25%
  • Saham  PEHA melonjak 24,83%
  • Saham KAEF melonjak 24,51%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham ELPI melemah 15%
  • Saham ESIP melemah 15%
  • Saham DSSA melemah 14,94%
  • Saham MINA melemah 14,93%
  • Saham NIKL melemah 14,89%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BMRI senilai Rp 1,7 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham MDKA senilai Rp 881,1 miliar
  • Saham TINS senilai Rp 739,4 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BNBR tercatat 85.148 kali
  • Saham BBRI tercatat 83.590 kali
  • Saham BUMI tercatat 60.469 kali
  • Saham BMRI tercatat 59.359 kali
  • Saham ASPR tercatat 59.215 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya