ATIC Tunjuk Eks Dirut Garuda Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris

Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai Presiden Komisaris baru Anabatic Technologies (ATIC). Hal ini diputuskan dalam RUPST perseroan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 08 Mei 2026, 14:24 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra saat berkenalan kepada media di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Irfan Setiaputra ditunjuk sebagai Presiden Komisaris baru Anabatic Technologies (ATIC). Hal ini diputuskan dalam RUPST perseroan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Anabatic Technologies Tbk atau Anabatic Technologies (ATIC) melakukan perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 Mei 2026. Salah satu keputusan utama dalam rapat tersebut ialah penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris baru Perseroan.

Selain menunjuk Irfan Setiaputra, Perseroan juga mengusulkan Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris baru. Dalam agenda yang sama, Perseroan menerima pengunduran diri Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi dari jajaran direksi, serta memperkenalkan Jonathan Budi Tanuadji sebagai direksi baru.

Perseroan menyebut perubahan susunan pengurus dilakukan untuk memperkuat struktur kepemimpinan seiring perkembangan bisnis dan mendukung arah pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Irfan Setiaputra dinilai memiliki pengalaman memimpin perusahaan besar dan highly regulated saat menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2020-2024, sehingga diharapkan dapat memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi dinamika industri teknologi.

“Penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada dalam posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan,” ungkap Presiden Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Harry Surjanto Hambali dalam pernyataan resminya.

Langkah penguatan kepemimpinan tersebut didukung oleh kinerja keuangan Perseroan yang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Anabatic membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 13,2 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang peningkatan efisiensi operasional dan kualitas profitabilitas. Margin laba bruto tercatat naik menjadi 13,6 persen dan margin laba bersih mencapai 3,9 persen. Di sisi lain, ekuitas Perseroan juga meningkat 33,3 persen secara tahunan.

Pengembangan dan Diversifikasi Portofolio

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Anabatic juga terus mendorong pengembangan dan diversifikasi portofolio produk serta layanan bernilai tambah, terutama pada solusi transformasi digital seperti Data Modernization dan AI Digital Contact Center. Pada segmen Cloud & Digital Platform Partner (CDPP), Perseroan menambahkan 26 produk baru sepanjang 2025 dan meluncurkan dua produk berbasis Intellectual Property (IP). Sementara di segmen Digital Enriched Outsourcing Services (DEOS), integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan.

Perseroan memproyeksikan industri TIK nasional akan terus bertumbuh dengan nilai pasar diperkirakan mencapai sekitar 46 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025 dan potensi pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 8–10 persen hingga 2030.

Dengan dukungan kinerja keuangan dan struktur kepemimpinan baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat posisi sebagai mitra transformasi digital di tingkat nasional maupun regional.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya