Bursa Saham Asia Loyo Usai Amerika Serikat-Iran Saling Serang

Amerika Serikat (AS) dan Iran saling serang di Selat Hormuz menekan bursa saham Asia Pasifik pada Jumat, (8/5/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Mei 2026, 08:54 WIB
Bursa saham Asia Pasifik melemah pada Jumat, (8/5/2026).(AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada Jumat, (8/5/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah kekhawatiran meningkat atas konflik yang kembali terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Mengutip CNBC, Jumat pekan ini, AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz dengan masing-masing pihak mengklaim pihak lain yang memulai serangan itu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras gencatan senjata tetap berlaku meski terjadi eskalasi. Ia menuturkan, serangan itu hanyalah sentuhan ringan.

Kemudian, Trump mengklaim dalam unggahan Truth Social berikutnya kalau AS benar-benar menghancurkan pihak Iran yang terlibat dalam baku tembak itu. .

Ia kembali menegaskan Iran akan mengahdapi serangan lebih lanjut jika mereka tidak menyetujui kesepakatan nuklir.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, pada masa depan, jika mereka tidak menandatangani kesepakatan mereka, secepatnya,” tulis Trump.

Di sisi lain, kontak berjangka S&P 500 dan kontrak berjangka 100 turun kurang dari 0,1%. Kontrak berjangka terkait Dow Jones Industrial Average melemah 12 poin atau kurang dari 0,1%.

Selama sesi regular di wall street, indeks S&P 500 turun 0,38% dan ditutup di 7.337,11. Hal itu seiring saham Amazon dan Micron Technology yang melemah. Indeks Nasdaq susut 0,13% dan ditutup di 25.806,20.  Indeks Dow Jones terpangkas 313,62 poin atau 0,63% dan ditutup di 49.596,97.

Penutupan IHSG pada 7 Mei 2026

Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun dengan frekuensi sebanyak 4.931.760 kali. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (7/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan transaksi harian saham mencapai Rp 23,2 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,15% menjadi 7.174,32. Indeks saham LQ45 bertambah 1,62% menjadi 693,78. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 7.107,17. Sebanyak 361 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Sebanyak 295 saham melemah dan 160 saham diam di tempat.

 

Sektor Saham

Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total frekuensi perdagangan saham 2.675.914 kali dengan volume perdagangan saham 42,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.323.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham basic turun 1,62%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,24% dan sektor saham transportasi melemah 1,36%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,01%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 1,98% dan sektor saham properti mendaki 1,33%.

Lalu sektor saham properti menanjak 1,33%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,29%, sektor saham industri melompat 1,03%. Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,81%, sektor saham siklikal bertambah 0,44%, sektor saham teknologi menguat 0,48%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya