[VIDEO] Tak Lihat Hilal, Pengikut Syatariyah Belum Puasa

Meski Umat Islam mulai puasa pada 10 Juli, namun jemaah Syatariah belum juga menunaikan ibadah tersebut. Menurutnya, hilal belum terlihat.

oleh Muhammad AliDiterbitkan 10 Juli 2013, 23:30 WIB
Jemaah pengikut ajaran Syatariyah di Medan, Sumatera Utara, masih juga melaksanakan ibadah puasa, meski pemerintah sudah menetapkan satu Ramadan jatuh pada Rabu 10 Juli. Alasannya, berdasar kalender taqwim yang diyakini, mereka belum melihat hilal dengan mata telanjang.

Tayangan Liputan 6 SCTV, Kamis dini hari (11/7/2013), menggambarkan suasana Masjid Syekh Burhanuddin di Kelurahan Tegal Sari masih sepi dari aktivitas Ramadan. Padahal, sebagian besar umat Islam di seluruh dunia sudah menjalankan ibadah puasa.

Jemaah masjid ini mengaku sebagai pengikut tarikat Syatariyah. Menurut keyakinan yang mereka anut, rukyatul hilal baru akan dilakukan pada Rabu petang.

Jika keberadaan hilal belum tampak dengan mata telanjang, pengikut tarikat ini baru akan berpuasa hari Jumat nanti.

Pengikut tarikat ini menentukan awal Ramadan berupa mencocokkan kalender hisab taqwim dengan menyaksikan hilal langsung melalui mata telanjang. Bahkan mereka mengharamkan melihat hilal dengan teropong atau alat bantuan lain. Tata cara ini juga dilakukan untuk menentukan Lebaran Idul Fitri 1 Syawal dan Hari Raya Qurban 10 Zulhijjah 1434 H.

Saat ini, penganut tarekat di Kota Medan dan sekitarnya sekitar 3.000 orang yang didominasi warga Sumatera Barat. Ajaran Syatariyah awalnya dibawa dari Pariaman oleh Syaikh Burhanuddin Ulakan. (Ali/Frd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya