Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Rabu 6 Mei mengisahkan, Hutami yang mendengar kabar bahwa Puspa disebut-sebut sebagai anak kandung Rianti dan Darto langsung diliputi amarah besar. Ia sama sekali tidak mempercayai pengakuan tersebut dan menganggapnya sebagai kebohongan belaka. Tanpa memberi kesempatan penjelasan lebih lanjut, Hutami dengan tegas mengusir Puspa dari rumah sakit. Situasi itu membuat Puspa semakin terpuruk dan kebingungan, karena ia tidak tahu lagi harus mencari kebenaran ke mana.
Di tengah kondisi yang kacau itu, Darto bersama Monika justru datang dengan rencana baru yang penuh tipu daya. Mereka mengetahui bahwa Bidan Asih, sosok yang dulu membantu persalinan Rianti, telah meninggal dunia.
Advertisement
Kesempatan ini dimanfaatkan Darto dengan cara yang licik: ia menyuap Yayuk, adik dari Bidan Asih, agar berpura-pura menjadi sang bidan dan memberikan kesaksian palsu. Tujuannya jelas, yakni meyakinkan Hutami bahwa cerita tentang asal-usul Puspa adalah benar, meskipun semua itu hanyalah rekayasa.
Sementara itu, Monika juga melakukan perubahan besar pada penampilannya. Untuk menyembunyikan luka di wajahnya akibat perbuatan Puspa, ia mengenakan cadar dan berpenampilan anggun sekaligus misterius.
Dengan identitas barunya tersebut, ia mendekati Oscar. Ironisnya, Oscar yang masih trauma setelah diserang oleh sosok perempuan misterius justru merasa aman dengan kehadiran Monika. Tanpa menyadari siapa sebenarnya wanita itu, Oscar malah mempekerjakannya sebagai pengawal pribadi.
Di sisi lain, intrik lain juga terus berkembang. Rara berusaha keras menjodohkan Funny dengan Fathan demi ambisinya menguasai aset rumah sakit Mitra Health. Namun, rencana itu tidak berjalan mulus karena Funny menolak, dipengaruhi oleh rasa cemburu yang muncul dari prasangkanya sendiri. Di waktu yang sama, Linda membuka luka lama yang selama ini ia pendam kepada DJ Dody.
Ia mengungkapkan bahwa almarhum suaminya pernah menolak Fathan dan bahkan mencoret namanya dari daftar warisan. Hal inilah yang membuat Linda enggan berbagi harta dengan Amel dan bahkan merencanakan cara untuk menyingkirkannya dari perebutan tersebut.