Jemaah Haji Lansia Berangkat Umrah Wajib Naik Bus Hidrolik, Apa Itu?

Fasilitas berupa bus hidrolik disebut mengurangi risiko jatuh, menghemat tenaga jemaah, serta mempercepat mobilitas dalam kondisi padat.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 06 Mei 2026, 16:10 WIB
Puluhan jemaah haji lansia diberangkatkan dari Hotel Lulua Al Mashaer menuju Masjidil Haram, Makkah untuk melakukan umrah wajib menggunakan bus hidrolik. (Media Center Haji 2026)

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan jemaah haji lansia diberangkatkan untuk melaksanakan umrah wajib dari Hotel Lulua Al Mashaer, Makkah, Selasa 5 Mei 2026 menggunakan bus hidrolik.

Bus hidrolik merupakan kendaraan khusus yang dilengkapi sistem lift hidrolik untuk membantu penumpang, terutama lansia dan penyandang disabilitas, naik dan turun tanpa harus melalui tangga.

Kursi roda dapat langsung masuk ke platform yang kemudian diangkat sejajar dengan lantai bus, sehingga proses naik menjadi lebih aman dan mudah. Fasilitas ini mengurangi risiko jatuh, menghemat tenaga jemaah, serta mempercepat mobilitas dalam kondisi padat.

Di dalam bus, tersedia ruang khusus dan pengaman untuk kursi roda, sehingga mendukung kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan menuju lokasi ibadah.

Sejak pagi, lobi hotel dipadati jemaah lansia yang telah mengenakan pakaian ihram. Mereka duduk di kursi roda dan menunggu giliran naik ke bus yang dilengkapi sistem hidrolik untuk memudahkan akses.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang Lansia dan Disabilitas (Landis), Regita Yuniar, mengatakan bahwa seluruh jemaah dalam rombongan ini menggunakan kursi roda dan telah terdaftar dalam layanan pendorong resmi.

"Hari ini kami memberangkatkan sekitar 47 lansia untuk umrah wajib. Semua menggunakan kursi roda dan layanan pendorong resmi," ujar Regita di lokasi pada tim Media Center Haji, Selasa 5 Mei 2026.

 

Tiba Secara Bertahap

Puluhan jemaah haji lansia diberangkatkan dari Hotel Lulua Al Mashaer menuju Masjidil Haram, Makkah untuk melakukan umrah wajib menggunakan bus hidrolik. (Media Center Haji 2026)

Rombongan jemaah tersebut berasal dari Lombok dan Surabaya, yang tiba di Makkah secara bertahap pada 30 April, 2 Mei, dan 4 Mei 2026. Petugas menyusun pemberangkatan terpusat dari hotel untuk memastikan kesiapan fisik jemaah, sekaligus memudahkan pengawasan.

Petugas dari berbagai unsur mendampingi rombongan, mulai dari ketua kloter, petugas haji daerah, hingga tim PPIH Arab Saudi. Setiap kelompok diawasi beberapa petugas untuk memastikan proses keberangkatan, perjalanan, hingga pelaksanaan ibadah berjalan tertib.

"Pendampingan dilakukan penuh karena jemaah membutuhkan bantuan sejak dari hotel, di perjalanan, hingga pelaksanaan umrah," kata Regita.

 

Pendorong Kursi Roda Resmi

Setibanya di Masjidil Haram, jemaah langsung menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi untuk menjalani tawaf dan sa’i. Layanan ini disiapkan agar jemaah tidak perlu berjalan jauh di tengah kepadatan dan suhu tinggi.

Salah satu jemaah lansia asal Lombok Siti Asiah Hasan mengaku terharu akhirnya bisa menunaikan ibadah di Tanah Suci setelah penantian panjang.

"Alhamdulillah sehat. Pingin lihat Ka’bah, semoga lancar semua," ucapnya lirih.

Petugas menjadwalkan keberangkatan pada pagi hari untuk menghindari panas ekstrem Makkah. Strategi ini sekaligus mengurangi risiko kelelahan bagi jemaah lansia yang memiliki keterbatasan fisik.

"Bus hidrolik ini sangat membantu karena jemaah tidak perlu naik tangga, sehingga lebih aman dan nyaman," tutup Regita.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya