Liputan6.com, Jakarta - Marissa Anita kembali ke layar lebar lewat Crocodile Tears. Dalam film karya sineas Tumpal Tampubolon itu, ia beradu akting dengan Zulfa Maharani dan Yusuf Mahardika. Gara-gara membintangi Crocodile Tears, Marissa Anita dituding keseringan memerankan emak-emak red flag. Film ini mengisahkan Mama (Marissa Anita) yang hidup tenang namun monoton, bareng putranya, Johan (Yusuf Mahardika).
Tampak luar, semuanya baik-baik saja. Suatu hari, Johan mengenal Arumi (Zulfa Maharani). Sejak itu, hidupnya berubah. Lalu, hubungan Mama dan Johan tak sama lagi. Puncaknya, Mama mengambil tindakan mengejutkan. Marissa Anita mengklarifikasi tudingan jadi emak-emak red flag melulu di film.
Advertisement
“(Saya sebagai) ibu yang sangat mencintai anaknya. Apakah itu red flag? Mungkin lebih tepatnya emak-emak kompleks. Aku sih melihat, semua karakter yang aku mainkan termasuk Mama ini sebagai ibu (dengan kehidupan kompleks),” katanya dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, belum lama ini. Crocodile Tears tentang manusia dengan segala karakternya.
Tak ada tokoh antagonis karena film ini membahas manusia dengan segala keputusan mereka, baik maupun buruk. “Karena semua manusia itu kompleks, cuma kadang-kadang enggak keluar saja karena enggak mampu mengekspresikannya. Jadi akhirnya terlalu hitam putih,” bintang film Perempuan Tanah Jahanam menyambung. Masih segar dalam ingatan, kali pertama tuntas baca naskah, Marissa Anita tak sabar untuk syuting.
Casting Hingga 1,5 Tahun
Proses produksi film Crocodile Tears dari tahap pra produksi hingga mendapat jadwal rilis di bioskop terbilang panjang. Proses casting atau audisi para pemain saja butuh waktu setahun lebih.
“Proses casting lebih lama. Kalau aku dari audisi sampai syuting, waktunya 1,5 tahun. Karena ini debut Tumpal Tampubolon sebagai sutradara film. Ia tipe film-maker yang kontemplatif dan detail,” kenang Marissa Anita.
Ketika Arumi Bertemu Johan
Hal yang sama dibeberkan Zulfa Maharani. Butuh setahun baginya hingga akhirnya beroleh peran Arumi. Ia menjelaskan, Arumi mencari rumah dan tempat untuk pulang karena selama ini hidupnya melanglang buana.
Bertemu Johan membuat Arumi merasa menemukan rumah. “Waktu audisi, kami sebenarnya di kasih full skrip lalu dikembalikan. Kali pertama baca saya kayak: wah gila, ini enggak kebayang nanti dieksekusi seperti apa sama Mas Tumpal,” akunya.
Reading 3 Bulan
“Akhirnya saya dapat naskahnya, menjalani workshop, dan reading selama tiga bulan. Aku merasa Crocodile Tears ini proyek yang bisa aku banggakan,” Zulfa Maharani menyambung.
Ia menyanjung cara Tumpal Tampubolon dalam membangun penokohan Mama, Johan, dan Arumi yang manusiawi sekaligus dekat dengan masyarakat. Crocodile Tears tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026.