Man City Imbang Lawan Everton, Josep Guardiola Akui Arsenal Kini Unggul dalam Perebutan Gelar

Josep Guardiola akui Manchester City tertekan usai imbang 3-3 lawan Everton. Selisih 5 poin membuat Arsenal kini lebih diunggulkan dalam perebutan gelar juara.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 05 Mei 2026, 19:07 WIB
Penyerang Manchester City, Erling Haaland tidak dapat menutupi kekecewaannya usai hasil imbang 3-3 kontra Everton pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Josep Guardiola, Manajer Manchester City, memberikan pengakuan jujur mengenai peluang juara timnya yang kini tidak lagi sepenuhnya berada dalam kendali mereka sendiri. Pernyataan ini menyusul hasil imbang dramatis 3-3 saat menghadapi Everton.

Akibat hasil tersebut, City kini terpaut selisih lima poin dari Arsenal tepat saat kompetisi memasuki tahapan krusial. Kondisi ini menempatkan posisi sang juara bertahan dalam tekanan besar untuk mempertahankan takhta mereka.


Dominasi Sempurna di Paruh Pertama

Para pemain Manchester City menghampiri para penggemar usai hasil imbang 3-3 kontra Everton pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. (AFP/Peter Powell)

Guardiola memberikan apresiasi pada performa anak asuhnya selama paruh pertama di Hill Dickinson Stadium. Menurut pengamatannya, Manchester City tampil sangat dominan, mengontrol arus permainan, dan terus menggempur pertahanan lawan.

Meski unggul dalam membangun serangan, City sempat kesulitan menembus tembok pertahanan rapat yang dibangun para pemain Everton. Strategi lawan yang menumpuk pemain di area kotak penalti membuat penyelesaian akhir City menjadi kurang efektif.

"Penampilan yang sangat bagus. Kami bermain luar biasa di babak pertama, benar-benar sangat bagus. Di babak kedua, mereka melakukan peningkatan dan mungkin kami tidak seagresif sebelumnya, lalu tentu saja kami memberikan gol itu secara cuma-cuma," ujar Josep Guardiola.


Tantangan Fisik Gaya Main Inggris

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memeluk dan mencoba menenangkan Bernardo Silva usai hasil imbang 3-3 kontra Everton pada laga pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Manchester City mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebaliknya, Everton tampil lebih berani dengan mengandalkan kontak fisik yang intens dan duel-duel keras di lapangan.

Perubahan ritme ini membuat City kehilangan kontrol tempo yang semula mereka pegang. Kesalahan individu di barisan pertahanan pun menjadi titik balik yang merugikan, di mana City sempat tertinggal 3-1 sebelum akhirnya diselamatkan oleh gol telat Jeremy Doku pada menit ke-97.

"Setelah mereka bangkit, mereka memainkan permainan khas Inggris yang sesungguhnya, sangat agresif dalam duel-duel tersebut. Namun secara umum, kami memberikan performa yang sangat bagus," ucap manajer asal Spanyol tersebut.

Menghadapi sisa musim ini, Guardiola memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa timnya wajib memenangkan seluruh pertandingan tersisa sembari menantikan momentum rival mereka terpeleset. Kehilangan poin krusial dalam laga ini diakui berdampak besar pada peta persaingan menuju tangga juara.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya