Produsen Toilet Toto Bisa Bantu Atasi krisis Chip Global, Bagaimana Caranya?

Toto digadang-gadang sebagai perusahaan yang bisa membantu mengatasi kelangkaan atau krisis chip global. Kok bisa?

oleh IskandarDiterbitkan 08 Mei 2026, 06:30 WIB
Toilet canggih TOTO. (Dok. jp.toto.com/Sabrina Aulia)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan asal Jepang yang selama ini identik dengan inovasi toilet canggih, Toto, ternyata tengah meraup keuntungan besar dari sektor yang tak terduga yaitu industri semikonduktor kecerdasan buatan (AI).

Toto bahkan digadang-gadang sebagai perusahaan bisa membantu mengatasi kelangkaan atau krisis chip global.

Toto melaporkan bahwa divisi keramik canggih miliknya, yang memproduksi komponen vital untuk chip memori NAND, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 34 persen dibandingkan tahun lalu.

Dilansir Engadget, Jumat (8/5/2026), lonjakan ini dipicu oleh masifnya permintaan chip AI global yang membutuhkan spesifikasi komponen tingkat tinggi.

Unit bisnis non-sanitasi ini telah menyumbang 55 persen dari total laba operasional perusahaan yang mencapai 53,8 miliar yen (sekitar Rp 5,9 triliun) pada periode tahun berjalan.

Melihat prospek cerah tersebut, Toto memproyeksikan divisi ini akan terus tumbuh agresif sekitar 27 persen pada tahun depan.

Guna memperkuat dominasi pasarnya, Toto berencana mengucurkan investasi tambahan sebesar 30 miliar yen (sekitar Rp 3,3 triliun) pada tahun fiskal mendatang.

Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk memacu kapasitas produksi massal serta memperkuat riset dan pengembangan (R&D).

 

Pemain Kunci di Balik Layar

Secara teknis, Toto saat ini merupakan produsen electrostatic chucks (E-chucks) terbesar kedua di dunia.

Komponen ini memiliki peran krusial dalam manufaktur memori NAND, yakni sebagai alat penahan wafer silikon agar tetap presisi menggunakan gaya elektrostatis selama proses fabrikasi.

Divisi keramik yang sejatinya sudah didirikan sejak 1984 ini juga memproduksi komponen deposisi aerosol dan bagian struktural untuk pembuatan panel LCD layar lebar.

 

Efek Domino AI di Jepang

Fenomena diversifikasi ke sektor teknologi ini tidak hanya dialami oleh Toto. Sejumlah perusahaan ikonik Jepang lainnya turut mencicipi berkah dari boooming AI. Raksasa kosmetik Kao Corp, misalnya, kini mengembangkan bisnis cairan pembersih khusus untuk perangkat semikonduktor.

Sementara itu, Ajinomoto, perusahaan yang dikenal sebagai penemu micin (MSG), tengah menginvestasikan 25 miliar yen untuk memproduksi film isolasi yang digunakan pada motherboard.

Keberhasilan Toto dan kolega menunjukkan bagaimana tren AI, yang selama ini melambungkan nilai saham perusahaan seperti NVIDIA, telah memberikan efek domino ke berbagai industri yang sebelumnya dianggap tidak relevan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya