Antisipasi Penumpukan Jemaah Haji Saat Jalani Umrah Wajib, Petugas Siapkan Skema Khusus

Setibanya di Makkah, jemaah haji Indonesia akan menjalani umrah wajib.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 04 Mei 2026, 19:25 WIB
Jemaah haji Indonesia Embarkasi Surabaya SUB02 tiba di hotel di Syisyah, Makkah, Jumat 1 Mei 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani/MCH)

Liputan6.com, Makkah - Skema khusus disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan jemaah saat pelaksanaan umrah wajib di Makkah. Langkah utama yang diambil adalah membagi pelaksanaan ibadah berdasarkan kondisi kesehatan jemaah.

"Yang paling kita utamakan adalah jemaah haji yang sehat terlebih dahulu untuk melaksanakan umrah wajib," ujar Kepala Sektor 1 Daerah Kerja (Daker) Makkah Iman Romansyah di Syisyah, Makkah, Jumat 1 Mei 2026.

Ia menambahkan, jemaah dengan risiko tinggi (risti) atau yang membutuhkan kursi roda akan dijadwalkan menjalani umrah pada hari berikutnya setelah kelompok pertama selesai.

Pihaknya juga mendorong keterlibatan antarjemaah dalam membantu pelaksanaan ibadah.

"Harapannya teman-teman dalam satu rombongan bisa membantu dan mengawal jemaah yang sakit atau berkebutuhan khusus, jadi tidak hanya mengandalkan petugas landis (layanan lansia dan disabilitas)," ucap Iman.

Sementara itu, kedatangan jemaah dari Madinah terus berlangsung. Di Sektor 1, pada Jumat siang 1 Mei 2026, tercatat dua kelompok terbang (kloter), yakni SUB01 dan SUB02, telah tiba dengan total 760 jemaah, masing-masing berjumlah 380 orang.

 

Jemaah Diarahkan untuk Beristirahat

Kedatangan jemaah haji dari Embarkasi Banten (JKB) di Hotel Taiba Front Madinah, Kamis dini hari, 23 April 2026, waktu Arab Saudi. (dok. Media Center Haji)

Setibanya di hotel, petugas mengarahkan jemaah untuk beristirahat sebelum menjalani rangkaian ibadah.

"Setelah tiba di hotel, jemaah diminta istirahat terlebih dahulu. Pelaksanaan umrah wajib dijadwalkan sekitar pukul 22.00 waktu setempat," kata Iman.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik di tengah perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.

"Yang paling utama adalah menjaga kesehatan, karena perbedaan cuaca menjadi tantangan tersendiri," terang Iman.

Selain itu, jemaah diminta memperhatikan keamanan barang pribadi dan mematuhi arahan petugas selama berada di Masjidil Haram.

"Ikuti instruksi petugas dan tidak membawa barang yang tidak perlu agar pergerakan lebih lancar," tutur Iman.

Terkait kendala teknis, Iman mengakui sempat terjadi kasus koper tertukar antar kloter. Namun, masalah tersebut telah ditangani.

"Ada satu koper yang terbawa kloter lain, tapi sudah kami amankan di kantor sektor dan akan kami serahkan kembali pada jemaah," jelas Iman.

Ia memastikan, jika ditemukan perbedaan data atau kendala lain, pihaknya akan segera menelusuri dan menyelesaikannya melalui koordinasi antar sektor.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya