Kapan Pasien Diabetes Perlu Insulin? Dokter Jelaskan Indikasinya

Tidak semua pasien diabetes memerlukan insulin. Berikut penjelasan dokter.

oleh Tim HealthDiterbitkan 04 Mei 2026, 14:30 WIB
Diabetes dan insulin (Foto dok: Freepik/jcomp).

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan insulin pada pasien diabetes tidak diberikan secara sembarangan. Terapi ini hanya direkomendasikan berdasarkan indikasi medis tertentu, terutama untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dokter Taufik Ramadhan Biya, SpPD mengatakan pasien diabetes melitus (DM) tipe 1 wajib menggunakan insulin karena tubuh sudah tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan pada pasien DM tipe 2 insulin diberikan jika kadar gula darah tidak terkontrol, meski telah menjalani terapi obat oral.

"Kalau diabetes tipe satu memang wajib insulin, sedangkan pada pasien diabetes tipe dua, diberikan jika gula darah tidak terkontrol atau ada kondisi tertentu," kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo mengutip Antara. 

Terdapat dua indikasi penggunaan insulin yaitu indikasi absolut dan indikasi relatif. Indikasi absolut antara lain pada pasien DM tipe 1, ibu hamil dengan diabetes, dan pasien yang mengalami krisis kondisi kadar gula darah sangat tinggi atau hiperglikemia.

Sementara indikasi relatif diberikan pada pasien dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol selama tiga bulan, meskipun telah mengonsumsi obat anti-diabetes oral, pasien dengan infeksi berat, pasien yang akan menjalani operasi, serta pasien dengan kadar HbA1c di atas sembilan persen.

Penggunaan insulin penting, kata dia, untuk membantu mengontrol gula darah, mengurangi inflamasi, serta melindungi tubuh dari komplikasi akibat diabetes yang tidak terkendali.

 

 

Tidak Benar Pakai Insulin Rusak Ginjal

Taufik mengatakan masih banyak pasien yang takut menggunakan insulin karena menganggap terapi tersebut dapat merusak ginjal. Taufik mengatakan kerusakan ginjal justru lebih sering disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol.

"Kondisi yang merusak ginjal bukan insulin, tetapi gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol," katanya

Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran dokter dalam penggunaan insulin. Terapi tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan medis dan dapat membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang lebih baik.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya