Cek Harga Pertamina Dex Hari Ini 4 Mei 2026

Cek rincian harga BBM nonsubsidi terbaru termasuk harga Pertamina Dex yang berlaku Senin, (4/5/2026).

oleh Agustina MelaniMaulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 04 Mei 2026, 14:00 WIB
Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian sejumlah harga BBM nonsubsidi termasuk harga Pertamina Dex yang berlaku pada Senin, (4/5/2026). (Dok. Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk sejumlah produk antara lain Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53). Penyesuaian harga BBM nonsubsidi itu mulai berlaku Senin, 4 Mei 2026. Lalu berapa harga Pertamina Dex?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menuturkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi adalah bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.

“Prodik nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku,” kata Roberth dalam pernyataan tertulis, Senin, (4/5/2026).

Ia mengatakan, sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM nonsubsidi, serta stabilitas nasional.

Dalam penerapannya, Pertamina Patra Niaga juga mempertimbangkan berbagai faktor lain termasuk kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan menjaga situasi yang kondusif di tengah dinamika yang kini berkembang.

"Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dengan kepentingan nasional," kata dia. 

"Pertamina turut menjaga dan mewujudkan kondisi yang kondusif dengan penyesuaian harga yang tetap kompetitif dibanding badan usaha lain. Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat," ia menambahkan.

 

Cek Harga BBM Terbaru

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi Pertamax Series dan Dex Series. (Foto: Pertamina)

Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mengacu pada mekanisme keekonomian, dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Sebagian produk mengalami penyesuaian harga, sementara sebagian lainnya masih dipertahankan guna menjaga keseimbangan antara aspek bisnis dan kepentingan masyarakat.

Berikut daftar penyesuaian harga BBM di SPBU Pertamina per 4 Mei 2026 :

  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter (tetap)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): dari Rp 19.400 per liter menjadi Rp 19.900 per liter
  • Dexlite (CN 51): dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): dari Rp 23.900 per liter menjadi Rp 27.900 per liter

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bank Indonesia Ungkap Efek ke Inflasi

Petugas mengisi BBM pada sebuah mobil di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (1/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak Sabtu, 18 April 2026 menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan harga barang dan tekanan terhadap inflasi. Namun, Bank Indonesia (BI) memastikan dampaknya masih dalam batas terkendali.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan kenaikan harga BBM nonsubsidi memang akan memberikan tambahan tekanan inflasi, tetapi skalanya relatif kecil dan masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Aida menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi hanya memberikan kontribusi kecil terhadap inflasi, khususnya pada April 2026. Berdasarkan perhitungan BI, tambahan inflasi yang ditimbulkan berada di kisaran sekitar 0,04 persen.

"BBM non-subsidi, apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu," kata Aida dalam Konferensi Pers RDG April 2026, Rabu (22/4/2026).

Dia menuturkan, hal ini disebabkan oleh bobot BBM nonsubsidi dalam struktur inflasi yang tidak terlalu besar. Dengan demikian, dampak langsung terhadap harga barang secara umum juga relatif terbatas.

Secara keseluruhan, BI tetap optimistis bahwa inflasi Indonesia sepanjang 2026 hingga 2027 akan berada dalam kisaran target, yakni 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen. Artinya, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga energi, stabilitas harga masih dapat terjaga.

"Bila kita hitung secara kesuruhan pada tahun 2026 maupun 2027, proyeksi inflasi yang kami lihat tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya