Rashford Kian Penting di Barcelona, Layak Dibeli Permanen dari Manchester United?

Peran Marcus Rashford di Barcelona makin krusial usai assist penting vs Osasuna. Apakah ia layak dipermanenkan?

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 Mei 2026, 22:38 WIB
Penyerang Barcelona, Marcus Rashford merayakan mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara FC Barcelona dan Elche CF di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona pada 2 November 2025. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona semakin dekat dengan gelar Liga Spanyol usai menang tipis 2-1 atas Osasuna. Hasil itu juga membuka kembali pembahasan soal masa depan Marcus Rashford di Barcelona.

Penyerang asal Inggris itu datang dengan status pinjaman dari Manchester United. Nilai transfer permanen sebesar €30 juta (sekitar Rp606 miliar) menjadi pertimbangan besar bagi Barcelona.

Performa Rashford sempat dipandang belum konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Akan tetapi, kontribusi terbarunya memberi alasan kuat bagi Barcelona untuk meninjau ulang keputusan mereka.


Momen Penentu dari Bangku Cadangan

Selebrasi Robert Lewandowski usai mencetak gol di laga Osasuna vs Barcelona di pekan ke-34 Liga Spanyol 2025/2026 di El Sadar, Minggu (03/05/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Miguel Oses)

Rashford masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Osasuna dan langsung memberi dampak nyata. Ia menciptakan assist akurat untuk Robert Lewandowski yang membuka keunggulan Barcelona.

Bermain di sisi kanan yang bukan posisi alaminya, Rashford tetap tampil efektif. Ia menunjukkan permainan langsung dan berani mengirim bola ke area berbahaya sejak awal masuk.

Pendekatan itu memberi variasi baru dalam serangan Barcelona. Tim terlihat lebih fleksibel saat menghadapi blok pertahanan lawan yang rapat.


Adaptasi Peran di Sisi Kanan

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford. (AFP/Paul Ellis)

Sepanjang kariernya, Rashford lebih nyaman bermain di sisi kiri. Dari posisi itu, ia bisa memotong ke dalam dan melepaskan tembakan dengan kaki dominan.

Namun, Barcelona memiliki Lamine Yamal yang sudah mapan di sisi kanan. Situasi ini mendorong Rashford untuk beradaptasi dan mencari peran berbeda di dalam tim.

Penampilannya melawan Osasuna menunjukkan bahwa ia tetap bisa berkontribusi dari sisi kanan. Ia bukan meniru gaya Yamal, tetapi menghadirkan pendekatan yang lebih langsung dan fisikal.

Musim ini, Rashford mencatatkan 13 gol dan 14 assist di semua kompetisi. Statistik itu cukup solid, tetapi Barcelona juga menilai kontribusi di momen penting.


Dilema Jelang El Clasico

Pemain Real Madrid Raul Asencio (kiri) berduel memperebutkan bola dengan pemain Barcelona Marcus Rashford pada laga final Supercopa de Espana/Piala Super Spanyol antara Barcelona vs Real Madrid di Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026. (AP Photo/Altaf Qadri)

Pelatih Barcelona kini menghadapi pilihan menarik jelang El Clasico melawan Real Madrid. Rashford mulai dipertimbangkan sebagai starter di sisi kanan.

Roony Bardghji belum menunjukkan performa yang cukup untuk mengamankan tempat utama. Situasi ini membuka peluang bagi Rashford untuk tampil sejak menit awal.

Keputusan tersebut bisa menjadi langkah strategis bagi Barcelona. Fleksibilitas Rashford memberi opsi taktik tambahan menghadapi lawan kuat.

Jika Rashford mampu tampil maksimal di laga besar itu, Barcelona kemungkinan akan membuka pembicaraan dengan Manchester United. Performa di momen krusial bisa menjadi penentu masa depannya di Camp Nou.

Sumber: Barca Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya