Tips Makan Sehat Ala Mahasiswa, Bisa Murah tapi Tetap Bergizi

Tips makan sehat untuk mahasiswa yang punya dana terbatas.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 03 Mei 2026, 12:03 WIB
Tips makan sehat untuk mahasiswa, bisa kok dengan dana terbatas(Liputan6.com/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan uang saku kerap membuat mahasiswa memilih makanan praktis yang murah dan cepat saji. Tak jarang, mi instan atau roti menjadi andalan di tengah padatnya jadwal kuliah. Padahal, pola makan seperti ini jika dibiarkan terus-menerus bisa berdampak pada kesehatan dan menurunkan konsentrasi belajar.

Kabar baiknya, makan sehat tidak selalu harus mahal. Dengan perencanaan sederhana dan pemilihan bahan yang tepat, mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi harian tapi enggak mahal.

Asupan makanan yang seimbang terbukti berperan penting dalam menjaga konsentrasi, stamina, dan produktivitas di tengah jadwal perkuliahan yang padat seperti disampaikan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Profesor Hardinsyah.

“Enak itu relatif. Bisa mahal, bisa juga hemat, tergantung kondisi mahasiswa. Yang penting tetap bergizi,” ujar Hardinsyah dalam IPB Podcast yang tayang di kanal YouTube IPB TV.

Ia menekankan pentingnya tetap mengonsumsi makanan pokok, lauk berprotein, serta sayur atau buah. “Sarapan itu sekitar satu per lima kebutuhan harian. Makan siang bisa sampai 40 persen,” katanya.

Kebiasaan mahasiswa yang mengandalkan makanan praktis seperti roti atau mi instan perlu diperbaiki. Caranya dengan menambahkan protein dan sayuran.

“Kalau makan mi, pakai telur, tambahkan timun setengah biji yang disayat-sayat, atau tomat satu biji. Jangan cuma satu sayat, itu hanya aksesoris,” ujarnya.

Sayur dan buah merupakan sumber pangan penting karena mengandung antioksidan. Protein juga jangan penting untuk untuk menjaga massa otot dan kebugaran tubuh. Sumber protein tidak harus mahal dan dapat diperoleh dari telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam. “Protein itu penting, bukan hanya buat yang nge-gym, tapi semua orang yang aktif,” katanya.

 

Memilih Tempat Makan yang Bersih

Selain aspek nilai gizi, Hardinsyah mengingatkan mahasiswa memilih tempat makan yang bersih dan menyajikan makanan hangat. “Di sekitar kampus banyak pilihan. Warteg sekarang juga sudah semakin bersih. Dengan Rp10.000 sudah bisa makan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan tumbler untuk membawa minum serta memasak bersama di kos dinilai dapat menghemat pengeluaran. Menurutnya, kegiatan memasak bersama juga melatih komitmen, kerja sama, dan tanggung jawab. “Masak bersama itu ada nilai kepemimpinan yang luar biasa,” katanya..

Junkfood? Sesekali Boleh

Ayam goreng kentaki. [Foto: Gemini]

Terkait maraknya konsumsi junk food di sekitar kampus, Prof Hardinsyah menyarankan mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengombinasikan makanan. “Kalau terpaksa makan ayam goreng, tidak apa-apa, tapi imbangi dengan jus buah asli, bukan jus rasa, dan gulanya minimal,” katanya.

 “Tidak apa-apa sesekali makan junk food, tapi tetap harus diseimbangkan dengan sayur dan buah,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya