Pengakuan Shanty Dapat Banyak Keajaiban Saat Merekam Lagu Baru I Do, Sampai Merinding!

Soal keputusan merekam lagu baru “I Do,” Shanty percaya tiap lagu akan menemukan jodohnya. Ini seperti peran di film mencari aktor atau aktris yang pas.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 03 Mei 2026, 15:00 WIB
Soal keputusan merekam lagu baru “I Do,” Shanty percaya tiap lagu akan menemukan jodohnya. Ini seperti peran di film mencari aktor atau aktris yang pas.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia 47 tahun, Shanty membiasakan diri bikin jurnal dan memaknai kembali kata soulmate atau belahan jiwa. Kebiasaan ini dimulai pada Agustus 2025. Pelantun “Oh Kasih” dan “Hanya Memuji” kemudian bersiap untuk single baru. Sang manajer menyodorkan lagu “I Do” karya Pringgo Aryo dan Vicky Shu. Saat itulah Shanty merasa sejumlah titik dalam hidupnya terhubung. Shanty tak akrab dengan Pringgo Aryo dan Vicky Shu, namun melodi plus lirik “I Do” benaran terkoneksi dengan detail jurnal yang ditulisnya.

“Aku menjurnal, tentang soulmate, bahwa pada saat yang tepat aku ingin nikah lagi. Semua ada di sana. Ajaibnya, lagu ‘I Do’ datang setelah aku menjurnal. Aku ingat banget, mulai menjurnal pada 4 Agustus 2025. Lagu ini datang ke aku November 2025. Direkam pada Desember 2025 dan dirilis saat Valentine 2026. Pas banget,” kata Shanty dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, di Gedung KLY Jakarta, pekan ini.

Shanty percaya tiap lagu akan menemukan penyanyinya. Ia merasa “I Do” mencari dan akhirnya menemukan “pasangan” yang tepat. Ini seperti karakter dalam film mencari aktor atau aktris yang tepat agar hidup di layar lebar. “I Do” lantas mengingatkan Shanty pada “Oh Kasih” karya Rieka Roslan. Atau, “Hanya Memuji” buatan Melly Goeslaw. Kedua lagu itu mencari hingga akhirnya menemukan Shanty.

Setelah direkam, “Oh Kasih” dan “Hanya Memuji” jadi hit besar. “Lagu ‘Oh Kasih’ kayak mencari aku. ‘Hanya Memuji’ juga mencari aku makanya bisa jadi hit selama 26 tahun. Aku punya feeling yang sama dengan ‘I Do’ karena ‘I Do’ mencari aku saat momen-momen dalam hidupku persis lirik lagunya,” akunya.


Aku Tak Mengganti Lirik Sama Sekali

Shanty.

Padahal, Shanty belum akrab dengan Pringgo Aryo dan Vicky Shu. “I Do” bukan hasil curhat, workshop, atau jamming di studio rekaman. Saat merekam lagu pun, Shanty tak mengubah satu kata pun dalam liriknya.

“Aku tidak mengganti liriknya sedikit pun. Plek ketiplek sama jurnal manifest-ku. Malah aku, duh sampai merinding. Aku menulis manifest di ponsel. Aku capture, aku kirim ke penulisnya Pringgo dan bertanya: Sama enggak?” akunya.

Lanjut Baca:

“Dia menjawab, ‘Teteh, merinding aku.’ Aku belum pernah ketemu. Tapi, Vicky Shu satu manajemen dengan aku. Begitu mendengar lagu ini, manajerku bilang, ini lagu cocok buat lo. Aku balik tanya gimana bisa kan aku enggak pernah curhat sama mereka,” ujar Shanty. Lebih dari sekadar lagu cinta, Shanty menyebut “I Do” jadi pengingat baginya soal pentingnya melakukan penerimaan dan mencintai diri sendiri. Terkait fase membuka hati untuk yang lain, Shanty percaya rencana Sang Khalik adalah yang terbaik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya