Sineas Tumpal Tampubolon Bahas Film Crocodile Tears, Dikembangkan 7 Tahun dengan 17 Draft Naskah

Disutradarai Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani. Film ini dikembangkan selama 7 tahun.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 29 April 2026, 17:00 WIB
Disutradarai Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani. Film ini dikembangkan selama 7 tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Crocodile Tears, film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, siap menyapa penonton Indonesia di bioskop mulai 7 Mei 2026. Diproduseri Mandy Marahimin, film ini dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani. Tumpal Tampubolon dikenal sebagai sutradara dengan pendekatan terbuka yang memberi ruang luas bagi para kru dan pemain untuk menginterpretasikan naskah secara bebas dan personal.

Sebagai karya kolaboratif, Crocodile Tears melewati proses panjang. “Film ini kami kembangkan selama tujuh tahun, dengan 17 draft skenario sampai akhirnya menemukan bentuk yang kami yakini. Justru momen yang paling kami tunggu ketika akhirnya film ini bisa pulang dan bertemu dengan penonton Indonesia,” kata Tumpal Tampubolon lewat keterangan resmi yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Rabu, 29 April 2026.

Terkait genre, Crocodile Tears bukan horor melainkan drama keluarga yang mencekam. Sebelum mendarat ke bioskop Tanah Air, film ini telah berkelana ke sejumlah festival kelas dunia. Perjalanan Crocodile Tears di panggung internasional dimulai dari pemutaran perdana di Toronto International Film Festival 2024, lalu Busan International Film Festival, BFI London Film Festival, Tallinn Black Nights Film Festival dan Goteborg International Film Festival. 

Setelahnya, Crocodile Tears mampir ke Adelaide Film Festival, Torino Film Festival, hingga Red Sea International Film Festival. Apresiasi dari berbagai penjuru dunia bukti nyata bahwa cerita yang lahir dari Indonesia mampu berbicara kepada penonton global.

 


Perjalanan Gemilang "Crocodile Tears" di Kancah Internasional

Salah satu adegan film Crocodile Tears. (Foto: Dok. Talamedia)

Crocodile Tears panen pujian bukan hanya karena kekuatan naskah dan penyutradaraan Tumpal Tampubolon yang cermat. Performa Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani pun memikat.

Terkait kolaborasi bareng Tumpal Tampubolon dalam Crocodile Tears, Marissa Anita menjelaskan, “Tumpal memberi kami ruang yang sangat besar untuk masuk ke dalam karakter masing-masing.”

 


Inspirasi dan Proses Kreatif Tumpal Tampubolon

Salah satu adegan film Crocodile Tears. (Foto: Dok. Talamedia)

“Ada banyak lapisan emosi yang kami bangun bersama dari awal persiapan sampai syuting. Pengalaman itu yang membuat karakter Mama terasa begitu nyata bagi saya,” Marissa Anita menyambung.

Sementara itu, produser Mandy Marahimin menyatakan, perjalanan Crocodile Tears tidak singkat, dari pengembangan hingga produksi yang melibatkan kru dari empat negara. Butuh 6 tahun lebih sampai akhirnya film ini bisa diproduksi.

 


Kami Siapkan Dengan Hati

Salah satu adegan film Crocodile Tears. (Foto: Dok. Talamedia)

Persiapan produksinya pun detail. Proses casting pemain saja hampir dua tahun. Setelahnya, persiapan serius dan rinci selama berbulan-bulan, termasuk membangun rumah di dalam taman buaya, berdampingan dengan ratusan buaya hidup.

“Ini film yang melalui proses kolaboratif dan kami siapkan dengan hati. Harapannya, Crocodile Tears bisa diterima dengan hangat oleh para penonton,” Mandy Marahimin mengakhiri.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya