Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia menyampaikan permohonan maaf resmi atas keterlambatan signifikan yang menimpa perjalanan KA Pandalungan relasi Gambir- Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen-Ketapang.
Insiden ini merupakan dampak berantai dari gangguan operasional rangkaian KA Argobromo Anggrek dan Commuterline di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta.
Advertisement
Proses evakuasi dan pengaturan ulang pola operasi di Jakarta mengakibatkan antrean perjalanan yang panjang.
Untuk menekan dampak keterlambatan agar tidak semakin meluas di wilayah Daop 9 Jember, KAI melakukan langkah-langkah strategis. Diantaranya KA Pandalungan dipastikan tetap berangkat sesuai jadwal (tepat waktu) pada pukul 16.00 WIB.
Sedangkan KA Blambangan Ekpres diperkirakan mengalami keterlambatan keberangkatan sekitar 90 menit, berangkat pukul 17.15 WIB dari Stasiun Ketapang.
"Tim operasional kini tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan perawatan dan pengecekan sarana (turnaround maintenance) secara kilat namun menyeluruh, demi memastikan keandalan unit sebelum diberangkatkan kembali," Ujar Manager Hukum Dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro, Rabu (29/4/2026).
KAI Tanggung Jawab
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah menyalurkan paket Service Recovery kepada seluruh penumpang terdampak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Langkah ini merupakan prioritas perusahaan untuk menjaga kenyamanan penumpang di tengah kondisi operasional yang abnormal.
"Kami berkomitmen memastikan penanganan keluhan dilakukan secara responsif di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan dan memulihkan kepercayaan pelanggan meskipun dalam situasi sulit," tambah Cahyo.
KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terkini melalu aplikasi Access by KAI, Kanal media sosial resmi KAI dan oengumuman petugas di stasiun secara langsung.
"Penumpang diharapkan tetap tertib dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran proses normalisasi perjalanan kereta api secara keseluruhan," pungkas Cahyo.