Emiten ADMR Tebar Dividen USD 120 Juta, Cek Tanggal Pembayarannya

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) untuk tahun buku 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 April 2026, 20:53 WIB
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) akan membagikan dividen tunai tahun buku USD 120 juta.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) akan membagikan dividen tunai tahun buku USD 120 juta. Pembagian dividen ADMR tahun buku 2025 sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Pembagian dividen 2025 mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 271,21 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 1,42 miliar dan total ekuitas sebesar USD 1,71 miliar.

Adapun sejumlah tanggal-tanggal penting yang dapat diperhatikan untuk mendapatkan dividen antara lain cum date, ex date, recording date dan payment date.

Cum date adalah tanggal terakhir bagi investor yang mau membeli saham tertentu dan ingin mencatatkan sebagai pemegang hak untuk mendapatkan dividen dari emiten. Sementara itu, ex date yakni tanggal setelah cum date.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

Tanggal efektif pada 17 April 2026

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai apda 29 April 2026 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 6 Mei 2026

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 28 April 2026, harga saham ADMR melemah 2,38% menjadi Rp 1.845 per saham. Harga saham ADMR dibuka turun menjadi Rp 1.875 per saham. Saham ADMR berada di level tertinggi Rp 1.885 dan terendah Rp 1.840 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.973 kali dengan volume perdagangan saham 224.690 saham. Nilai transaksi Rp 41,8 miliar.

Emiten ADRO Beli 231 Juta Saham ADMR, Segini Nilainya

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menambah kepemilikan saham di PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada pertengahan Oktober 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (18/10/2025), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membeli 231 juta saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada 16 Oktober 2025. Harga pembelian saham ADMR sebesar Rp 1.435 per saham. Dengan demikian, ADRO merogoh kocek Rp 331,48 miliar untuk membeli saham ADMR.

“Untuk melakukan investasi tambahan pada ADMR, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Dengan pembelian saham ADMR itu, ADRO memiliki 34.756.541.100 saham ADMR atau setara 85,01%. Sebelumnya Perseroan mengenggam 34.525.541.100 saham ADMR atau setara 84,45%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 Oktober 2025, saham ADMR ditutup turun 9,47% ke posisi Rp 1.195 per saham.

 

Penutupan IHSG pada 28 April 2026

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Selasa (28/4/2026). Koreksi IHSG hari terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,48% menjadi 7.072,39. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,64% menjadi 682,32. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.151,50 dan level terendah 7.032,98. Sebanyak 350 saham melemah sehingga menekan IHSG. 339 saham menguat dan 129 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.141.950 kali dengan volume perdagangan saham 31,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.236.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri naik 0,10%, sektor saham keuangan bertambah 0,92% dan sektor saham properti menanjak 0,27%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,61%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic melonjak 1,48%, sektor saham consumer siklikal berkurang 0,68%, sektor saham kesehatan merosot 0,42%. Selain itu, sektor saham teknologi turun 0,73%, sektor saham infrastruktur melemah 0,84% dan sektor saham transportasi terpangaks 0,45%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya