Dendam Lama Antoine Griezmann ke Arsenal: Bermula dari Transfer Gagal 13 Tahun Lalu

Laga Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions menyimpan cerita personal yang cukup panas, terutama bagi sosok Antoine Griezmann.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 28 April 2026, 16:37 WIB
Selebrasi Antoine Griezmann dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan antara Arsenal dan Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions bukan sekadar duel dua tim besar Eropa. Laga ini juga menyimpan cerita personal yang cukup panas, terutama bagi sosok Antoine Griezmann.

Tim asuhan Mikel Arteta berhasil melaju ke empat besar untuk dua musim beruntun. Setelah gagal musim lalu, ambisi untuk menembus final kini semakin besar. Terlebih, The Gunners punya modal positif usai membantai Atletico Madrid 4-0 pada fase liga Oktober lalu.

Namun, situasi di semifinal dipastikan berbeda. Selain faktor tekanan dan intensitas pertandingan, ada satu cerita lama yang kembali mencuat: ketidaksukaan Griezmann terhadap Arsenal.


Bermula dari Janji yang Tak Ditepati

Penyerang nomor 1 Atletico Madrid asal Prancis, Antoine Griezmann, bertepuk tangan di akhir pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Deportivo Alaves di Stadion Metropolitano di Madrid pada 18 Januari 2026. Antoine Griezmann akan meninggalkan Atletico Madrid untuk bergabung dengan klub MLS, Orlando City, pada akhir musim 2025/2026, demikian diumumkan kedua klub tersebut pada 24 Maret 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Kisah ini berawal lebih dari satu dekade lalu, ketika Griezmann masih bersinar bersama Real Sociedad. Performa impresifnya saat itu menarik minat Arsenal yang masih dilatih Arsene Wenger.

Pada bursa transfer musim panas 2013, sinyal kepindahan ke London sudah terlihat jelas. Griezmann bahkan menunggu hingga detik-detik akhir penutupan transfer, berharap Arsenal menepati janji untuk merekrutnya.

Namun, transfer tersebut tak pernah terjadi. Wenger memutuskan mundur, dan hal itu membuat Griezmann merasa kecewa.

Setahun berselang, Arsenal kembali mencoba mendekatinya. Namun kali ini, sang pemain tak memberi ruang. Ia menolak mentah-mentah dan memilih bergabung dengan Atletico Madrid pada 2014.

Dalam autobiografinya, Griezmann mengungkapkan rasa kecewanya. Ia merasa dipermainkan karena sudah dijanjikan kepindahan, tetapi pada akhirnya ditinggalkan tanpa kejelasan.


Luka Lama yang Pernah Dibalas

Penyerang Atletico Madrid asal Argentina bernomor punggung 19, Julian Alvarez, merayakan gol kelima timnya bersama penyerang Atletico Madrid asal Prancis bernomor punggung 07, Antoine Griezmann (kiri), selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Club Atletico de Madrid dan Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 11 Maret 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Perasaan kecewa itu bukan sekadar cerita masa lalu. Griezmann pernah “membalas” Arsenal dalam laga penting.

Momen tersebut terjadi pada semifinal Liga Europa UEFA 2017–2018, yang juga menjadi kesempatan terakhir Wenger meraih trofi bersama Arsenal. Dalam laga itu, Griezmann mencetak gol penyeimbang krusial di Emirates Stadium.

Tak hanya itu, selebrasi khasnya, yang meniru gerakan “Take the L” dari gim Fortnite, semakin mempertegas luka yang dirasakan fans Arsenal saat itu.


Potensi Babak Baru Rivalitas

Penyerang Atletico Madrid asal Prancis, Antoine Griezmann (kedua kanan) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan di akhir pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. tletico Madrid sukses melangkah ke semifinal Liga Champions 2025/2026. (Thomas COEX/AFP)

Kini, kedua tim kembali dipertemukan di panggung yang lebih besar. Dengan sejarah pribadi yang belum sepenuhnya reda, Griezmann berpotensi tampil dengan motivasi ekstra saat menghadapi Arsenal.

Jika dendam lama itu masih tersisa, bukan tidak mungkin sang penyerang kembali menjadi mimpi buruk bagi The Gunners di semifinal nanti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya