Michael Carrick Diklaim Bakal Jadi Manajer Permanen Man United Musim Depan

Jamie Carragher yakin Michael Carrick akan jadi manajer permanen Man United. Ini alasannya menurut mantan bek Liverpool itu.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 28 April 2026, 12:59 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick (kanan), bertepuk tangan dengan maskot Fred the Red menjelang dimulainya pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Brentford di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 28 April 2026. (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United kembali menunjukkan performa solid di bawah kendali Michael Carrick. Kemenangan 2-1 atas Brentford di Old Trafford menjadi bukti nyata kebangkitan Setan Merah.

Gol dari Casemiro dan Benjamin Sesko memastikan tiga poin penting bagi tim. Hasil ini membuat posisi mereka di papan atas klasemen semakin kokoh.

United kini semakin dekat dengan tiket Liga Champions musim depan. Dengan hanya empat laga tersisa, mereka unggul jauh dari para pesaing terdekat.

Rentetan hasil positif ini membuat sorotan tertuju pada sosok Carrick. Statusnya sebagai manajer interim kini mulai dipertanyakan, apakah akan segera berubah permanen?


Carragher Yakin Carrick Tak Tergantikan

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Performa impresif Manchester United langsung memancing komentar dari Jamie Carragher. Eks bek Liverpool itu menilai Carrick layak mendapatkan posisi permanen di Old Trafford.

Sejak mengambil alih pada Januari, Carrick sudah mencatatkan sembilan kemenangan dari 13 pertandingan. Catatan tersebut dianggap sebagai bukti kuat kapasitasnya sebagai pelatih top.

Carragher bahkan menyebut tidak ada kandidat lain yang mampu memberikan dampak lebih baik saat ini. Ia melihat stabilitas dan konsistensi permainan MU sebagai faktor kunci.

"Ia akan menjadi manajer Manchester United, tentu saja musim depan, tidak diragukan lagi - dan Anda tidak bisa mengatakan ia tidak pantas mendapatkannya," serunya pada Sky Sports.

"Hasilnya benar-benar sensasional. Ini adalah hasil dari tim yang berambisi meraih gelar juara, atau tim yang berjuang untuk meraih gelar liga."

"Sekarang saya tahu bahwa tekanan tidak ada pada Manchester United saat ini, mereka tidak memiliki pertandingan Eropa, semua hal lain akan memengaruhinya, tetapi saya rasa tidak ada orang lain yang bisa datang dan menghasilkan hasil yang lebih baik."


Dibandingkan Amorim, Carrick Dinilai Lebih Fleksibel

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Carragher juga menyoroti perbedaan mencolok antara Carrick dan Ruben Amorim. Menurutnya, fleksibilitas menjadi nilai lebih yang dimiliki Carrick.

Ruben Amorim sebelumnya menjabat selama 14 bulan sebelum akhirnya dipecat. Ia kehilangan pekerjaannya usai hasil buruk yang tak kunjung membaik.

Dari total 63 pertandingan di semua kompetisi, Amorim hanya meraih 24 kemenangan. Sisanya berakhir dengan 18 hasil imbang dan 21 kekalahan.

Catatan tersebut dianggap tidak cukup untuk klub sebesar Manchester United. Terlebih ekspektasi tinggi selalu menyelimuti tim ini setiap musimnya.

"Kritik terbesar terhadap Ruben Amorin adalah bahwa ia tidak pernah beradaptasi. Carrick telah menunjukkan bahwa ia mampu beradaptasi," terang Carragher.

(Sky Sports)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya