600 Ribu Kasus Katarak Ancam Produktivitas Lansia di Indonesia

Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk di atas 51 tahun di Tanah Air. Ketika penglihatan terganggu, produktivitas pun terancam.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 27 April 2026, 13:00 WIB
Wamenkes Prof Dante Saksono Harbuwono mengatakan sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan terjadi akibat katarak. (Foto: Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta - Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk di atas 51 tahun. Sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan terjadi akibat katarak di Indonesia pada 2025.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan, Profesor Dante Saksonso Harbuwono katarak ini tak hanya membuat penglihatan terganggu tapi mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” ujar Dante saat membuka Bakti Sosial Operasi Katarak bersama Noor Dubai Foundation di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada Jumat, 24 April 2025.

Dante menjelaskan penderita katarak kehilangan akses terhadap sekitar 80% informasi yang diterima melalui indra penglihatan. “Dunia yang dulu jelas perlahan menjadi buram. Penderita seolah kehilangan terang di sisa hidupnya,” tambah Dante dalam keterangan tertulis.

Guna menekan angka kebutaan, bakal ada dua strategi utama yang dijalankan. Pertama, mengintegrasikan skrining mata dalam program CKG 2026. Kedua, memastikan layanan operasi katarak terjamin sepenuhnya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dante mengatakan pemerintah telah menggandeng Noor Dubai Foundation (UEA) dan PERDAMI untuk memberikan operasi gratis bagi 500 pasien periode Januari–Mei 2026, yang tersebar di Kalimantan Tengah (200 pasien), NTB (150 pasien), dan NTT (150 pasien).

 

Apa Itu Katarak?

Katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Penglihatan seseorang dengan katarak ibarat melihat pemandangan melalui jendela yang buram dan berkabut.

Menurut tulisan yang ditinjau dokter spesialis mata, Maria Magdalena Purba, pada dasarnya katarak bisa menyerang siapa pun di segala usia. Dari sejak lahir, anak-anak, dewasa muda, dan lanjut usia.

Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit katarak, yakni:

Usia atau Penuaan

Usia memang merupakan faktor risiko yang paling utama untuk seseorang mengalami katarak.

Mengingat, penyakit katarak adalah kondisi yang bersifat degeneratif. Artinya, semakin bertambah usia, risiko terkena katarak menjadi semakin tinggi.

"Katarak biasanya menyerang lansia di atas 50 tahun. Meskipun tidak menutup kemungkinan katarak juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda," begitu hasil yang ditinjau Maria seperti dikutip Health Liputan6.com dari KMN EyeCare pada Kamis 25 Mei 2023.

Riwayat Keturunan (Herediter)

Riwayat keturunan keluarga juga merupakan faktor risiko katarak. Apabila seseorang memiliki riwayat keluarga yang mengalami katarak, maka ia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi itu.

Hipertensi

Menurut laporan dari beberapa penelitian, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga berkaitan dengan peningkatan kejadian katarak.

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata, termasuk stres oksidasi pada lensa mata sehingga dapat menyebabkan katarak.

Diabetes

Pengidap diabetes atau penyakit gula memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami katarak dibandingkan orang pada umumnya.

Hal ini karena ketika seseorang mengidap diabetes, maka sorbitol (gula yang menumpuk karena glukosa) dapat menumpuk dan menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam mata yang berujung pada katarak.

 

Merokok

Asap rokok mengandung bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi sehingga merusak jaringan lensa mata dan menyebabkan terjadinya katarak.

Minum Alkohol

Berdasarkan hasil studi, konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami katarak. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat merusak jaringan lensa mata dan menyebabkan katarak.

Paparan Sinar Matahari

Paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami katarak. Paparan sinar UV dalam waktu yang lama dapat menyebabkan perubahan metabolisme pada lensa mata sehingga lensa yang tadinya jernih menjadi keruh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya