Pramono Sebut Sempat Bahas Konser BTS di Jakarta Saat Bertemu Wakil Wali Kota Seoul

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sempat membahas rencana penampilan boy group BTS di Jakarta pada akhir 2026 saat menemui Wakil Wali Kota Seoul.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 27 April 2026, 09:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sempat membahas rencana penampilan boy group BTS di Jakarta pada akhir 2026 saat menemui Wakil Wali Kota Seoul, Korea Selatan (Korsel).

"Pertemuan saya dengan Vice Mayor (Wakil Wali Kota) Seoul berjalan dengan baik. Berdiskusi banyak hal, mulai dari hal yang bersifat serius sampai dengan yang bersifat kekinian, termasuk sampai dengan berdiskusi tentang BTS," ujar Pramono dalam keterangannya, melansir Antara, Minggu (27/4/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Pram itu, mereka sangat berharap penampilan BTS di Jakarta nanti dapat menghibur masyarakat Jakarta. Tak hanya membahas BTS, dia juga sempat membahas beberapa hal lain, mulai dari K-Pop, K-Food, bahkan hingga K-Choreographer.

Sebelumnya, Pramono Anung diketahui sempat menerima protes dari para penggemar BTS yang dikenal sebagai ARMY. Mereka menolak pernyataan Pramono yang sempat memperjuangkan boy grup tersebut untuk tampil di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Para ARMY lebih memilih idolanya tersebut untuk menggelar konser di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Selain karena akses transportasi yang mudah, mereka menyebut akses keluar masuk di GBK juga lebih banyak dan lebih nyaman untuk penonton.

 

Pramono Akui Dapat Protes dari Sang Anak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Pramono bahkan mengaku sampai menerima protes dari anaknya yang juga merupakan seorang ARMY. Oleh karena itu, ia mengurungkan niatnya untuk memperjuangkan boy group tersebut tampil di JIS.

"Kemarin, saya sempat bilang ingin BTS tampil di JIS, tapi ARMY langsung ramai protes, termasuk anak saya. Mereka bilang lebih baik di GBK. Ya, sudah, kali ini saya mengalah. Kalau di GBK juga tidak apa-apa," ungkap Pramono.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama sister city dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Korea Selatan (Korsel).

Sister City merupakan sebuah kerja sama yang dilakukan oleh dua pihak, baik oleh kota, kabupaten, provinsi, atau negara yang umumnya memiliki persamaan dalam hal demografi, geografis, sejarah, dan isu-isu lainnya yang berkaitan dengan pengembangan.

"Yang dikerjasamakan, yang pertama, berkaitan dengan pariwisata. Kemudian, berkaitan dengan energi terbarukan, ekonomi digital," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangannya, Minggu 26 April 2026 melansir Antara.

 

Pramono: Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Prosesi penandatanganan MoU antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun di KBRI Seoul, Sabtu 25 April 2026. (Antara)

Menurut Pramono, Jeju merupakan mitra strategis, terutama dalam pengembangan pariwisata dan energi berkelanjutan.

Pramono pun optimistis kolaborasi dengan Jeju akan mengakselerasi visi Jakarta untuk masuk dalam jajaran 50 besar kota global (Top 50 Global Cities) pada 2030.

Kemudian, lanjut dia, secara prinsip, kerja sama antara kedua kota itu juga mengembangkan pemerintah dengan pemerintah, bisnis dengan bisnis, dan rakyat dengan rakyat.

"Saya sungguh sangat gembira. Ini adalah sister city yang mudah-mudahan implementasinya di lapangan akan berjalan dengan baik, yang membawa manfaat dan keberuntungan dari kedua belah pihak," kata Pramono.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun di KBRI Seoul, Sabtu 25 April 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya