Seskab Terima Menaker Yassierli Bahas soal Progres Program Magang Nasional

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 26 April 2026, 14:40 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Sekretariat Kabinet, Sabtu 25 April 2026. (Instagram Sekretariat Kabinet)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Sekretariat Kabinet, Sabtu 25 April 2026.

Mengutip pernyataan dari Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut membahas berbagai progres dan rencana strategis di bidang ketenagakerjaan, termasuk Program Magang Nasional 2025-2026.

Teddy menuturkan, program tersebut saat ini sedang diikuti 100.000 peserta magang, dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 400 ribu orang. Untuk periode 2026-2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang.

"Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor dan memperoleh upah bulanan sesuai UMP dari Pemerintah Pusat menjadi dorongan lebih bag para lulusan sarjana untuk mendaftar," kata Teddy seperti dikutip Minggu (26/4/2026).

Selain itu, lanjut Teddy, dalam pertemuan juga dibahas pula perencanaan program pelatihan vokasi bagi lulusan SMK guna meningkatkan kesiapan kerja.

"Kementerian Ketenagakerjaan juga terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan pekerja, khususnya bagi buruh, pekerja outsourcing, dan pekerja rumah tangga," tutur Teddy.

 

Menaker Ungkap Keberhasilan Program Magang Nasional Batch I

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, di Kantor Kemnaker, Rabu (12/11/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap salah satu keberhasilan Program Magang Nasional Batch I. Ia menyebut, sebagian peserta magang bahkan langsung direkrut oleh perusahaan.

"Sejumlah peserta telag mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang. Hal ini menunjukkan tingginya minat dunia usaha terhadap kompetensi para peserta," terang Yassierli.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah peserta yang direkrut oleh perusahaan swasta. Sementara itu, proses rekrutmen di instansi pemerintah harus melalui mekanisme resmi pengadaan aparatur sipil negara (ASN).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan sementara, sekitar 20–30% peserta magang telah direkrut langsung oleh perusahaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya