Anak Gondongan Diolesi Blau? Dokter: Cuma Mendinginkan, Bukan Mengobati

Blau kerap digunakan orang zaman dulu untuk mengobati gondongan anak. Emang iya memiliki manfaat?

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 26 April 2026, 18:00 WIB
Dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, Attila Dewanti buka fakta soal gondongan diolesi blau, Jakarta (25/4/2026). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Orang tua zaman dulu kerap mengoleskan blau pada lokasi gondongan anak. Mereka meyakini blau dapat menyembuhan gondongan.

Blau atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan bulao adalah bubuk berwarna biru yang digunakan untuk mencuci baju. Terkait penggunaan blau pada gondongan, dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, Attila Dewanti, menjelaskan bahwa blau tidak dapat menyembuhkan gondongan.

“Jadi sebetulnya gini, blau itu fungsinya mendinginkan, dia tidak mengobati. Jadi sebetulnya yang penting itu ke dokter dulu untuk ditentukan ini gondongan atau enggak. Tapi kalau mau dikasih sih enggak apa-apa selama dioles saja, itu mendinginkan tapi tidak mengobati,” ujar Attila kepada Health Liputan6.com dalam Forum IVAXCON bersama MSD, Sabtu (25/4/2026).

Dia tidak memungkiri, gondongan memang dapat menimbulkan nyeri sehingga penggunaan blau untuk mendinginkan masih dibolehkan.

“Nyeri loh, kalau anak gondongan itu nyeri nyut nyut nyut, nah itu (blau) bersifat mendinginkan saja. Enggak usah pakai (blau) sebenarnya, tapi kalau mau pakai enggak apa-apa asal dioles bukan diminum.”

Alih-alih menggunakan blau, Attila menyebut ada pilihan lain untuk di oleh di gondongan anak. Misalnya bedak salicyl.

“Bedak-bedak aja, bedak biasa, kayak bedak salicyl itu bisa. Tapi itu sifatnya hanya mengurangi gejala ya jadi bukan mengobati, enggak menyembuhkan,” tambahnya.

Jangan Dianggap Sepele

Attila menjelaskan, gondongan ditandai dengan bengkak di bawah pipi, bisa pula menimbulkan gejala demam, sakit kepala, dan tidak nafsu makan.

“Jangan dianggap sepele ya, karena kalau untuk anak laki-laki si kumannya bisa ngumpet di buah zakar. Gondongan jika tidak ditangani dengan baik testisnya bisa membengkak, atau ovarium membengkak, bisa kurang subur nanti di dewasanya.”

Untuk itu, Attila mengimbau orang tua untuk mencegah gondongan pada anak dengan melengkapi vaksinasi sesuai jadwal. Vaksin gondongan dikenal dengan MMR atau measles, mumps, rubella yang juga digunakan untuk mencegah campak dan rubella.

Mengenal Gondongan

Gondongan atau mumps adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan umumnya menyerang kelenjar ludah. Penyakit ini masih ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Gondongan sering dianggap penyakit ringan pada anak-anak, padahal sebenarnya dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Banyak orang yang baru menyadari bahwa dirinya terkena gondongan setelah muncul bengkak di pipi atau rahang. Padahal, tanda-tanda gondongan dapat muncul lebih awal dan sering kali menyerupai gejala flu biasa. Pemahaman yang baik mengenai tanda-tanda gondongan sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sejak dini.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2024), seseorang yang terinfeksi virus gondongan tidak langsung menunjukkan gejala. Masa inkubasi penyakit ini berkisar 12–25 hari, dan tanda-tanda awal biasanya muncul 2–4 minggu setelah terpapar. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya