Komentar Declan Rice Setelah Kalah dari Man City: Sinyal Arsenal Menyerah Kejar Juara?

Pernyataan Declan Rice usai Arsenal kalah dari Man City menuai kritik. Gary Neville dan Ian Wright menilai gestur Rice menunjukkan hilangnya harapan gelar juara

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 24 April 2026, 19:52 WIB
Declan Rice (kanan) berebut bola dengan Michael Kayode laga Arsenal vs Brentford di Emirates Stadium pada hari Kamis (04/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil negatif yang diterima Arsenal saat menghadapi Manchester City pada pertandingan Premier League akhir pekan lalu memicu diskusi hangat. Sorotan utama tertuju pada sikap dan ucapan Declan Rice yang berupaya memotivasi rekan setimnya sesaat setelah kekalahan tipis 1-2 tersebut.

Di tengah momen pahit itu, Rice sempat menyerukan kata-kata "ini belum selesai" kepada skuad The Gunners. Namun, bagi Gary Neville yang merupakan legenda Manchester United, kalimat tersebut justru menangkap kesan yang kontradiktif: sebuah tanda bahwa peluang juara Arsenal perlahan mulai sirna.

Saat berbicara dalam acara The Overlap, Neville mengamati bahwa ekspresi wajah Rice menunjukkan sebuah keraguan yang tidak bisa ditutupi. Ia berpendapat bahwa jika melihat respons tersebut dari sudut pandang lawan, ia akan menyimpulkan bahwa perjuangan Arsenal dalam perebutan trofi sebenarnya telah berakhir.

"Saya melihat Declan Rice hampir menangis sambil mengatakan ‘ini belum selesai’. Kalau saya di posisi itu, saya justru berpikir mereka sudah selesai," ujar Neville.


Rice Kurang Meyakinkan

Gelandang Arsenal, Declan Rice, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Bournemouth pada pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (04/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alastair Grant)

Kritik tersebut muncul di waktu yang kurang tepat bagi Arsenal yang memang sedang mengalami penurunan performa. Dari enam laga terakhir yang dijalani di berbagai ajang, skuad besutan Mikel Arteta tercatat hanya bisa mengamankan satu kemenangan. Grafik menurun ini membuat kepemimpinan mereka di puncak klasemen menjadi tidak aman.

Neville secara pribadi menyatakan tetap mendukung Arsenal untuk keluar sebagai juara. Meski begitu, ia merasa tidak ada kepercayaan diri yang kuat dari tindakan Rice dalam menghadapi situasi terpojok seperti sekarang.

"Saya menyukai dia, saya pikir dia bisa mengendalikan permainan. Tapi pada akhirnya, justru dua gelandang lain yang lebih berpengaruh," tambah Neville.


Legenda Arsenal Juga Sepakat

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh sosok ikonik Arsenal, Ian Wright. Ia menilai bahwa luapan emosi Rice dapat dieksploitasi oleh rival mereka, terutama oleh manajer City, Pep Guardiola.

"Pep pasti melihat itu. Jika dia menunjukkannya ke para pemain City, mereka akan berpikir ‘6kita sudah menguasai mereka’," tutur Wright.

Di sisi lain, Pep Guardiola justru memberikan pandangan yang bertolak belakang. Arsitek asal Spanyol tersebut menyatakan kekagumannya terhadap sikap Rice yang tetap memperlihatkan daya juang meskipun timnya sedang berada dalam kondisi sulit.

"Saya menyukainya. Itu menunjukkan arti penting Declan Rice bagi Arsenal. Itulah mentalitas mereka," ungkap Guardiola kepada awak media.

Persaingan memperebutkan mahkota Liga Inggris musim ini diperkirakan tetap sengit sampai pertandingan terakhir. Arsenal masih memiliki kesempatan untuk memperlebar selisih poin sebelum Manchester City turun kembali dalam pertandingan selanjutnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya