Mikel Arteta Didesak Cadangkan Bintang Arsenal di Laga vs Newcastle United

Perry Groves memberi saran kepada Mikel Arteta jelang Arsenal vs Newcastle. Ia menilai komposisi lini depan harus tetap dan menyoroti peran Kai Havertz.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 24 April 2026, 09:38 WIB
Pelatih Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta, terlihat selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di stadion Parc des Princes di Paris, Kamis dini hari WIB (8-5-2025). (Thomas SAMSON/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Perry Groves memberikan pandangan terkait keputusan lini depan Arsenal menjelang laga melawan Newcastle United. Eks winger The Gunners itu meminta Mikel Arteta untuk tidak melakukan perubahan besar pada komposisi pemain depan.

Arsenal baru saja mengalami hasil kurang maksimal dalam beberapa laga terakhir. Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan di semua kompetisi.

Situasi ini makin sulit setelah Pep Guardiola membawa Manchester City ke puncak klasemen usai menang atas Burnley. Kekalahan 1-2 dari City sebelumnya membuat peluang gelar Arsenal semakin menipis.

Meski demikian, performa Arsenal saat melawan City dinilai menunjukkan peningkatan. Hal itu menjadi modal penting jelang menghadapi Newcastle yang sedang dalam tren negatif.


Groves Minta Gyokeres Menunggu Kesempatan

Viktor Gyokeres mempertahankan bola dari gangguan Rodri dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026. (AP Photo/Maja Smiejkowska)

Groves menilai bahwa Arteta sebaiknya tetap memainkan Kai Havertz sebagai ujung tombak. Ia menilai kontribusi Havertz dalam menahan bola dan mengatur permainan lebih efektif untuk tim.

Di sisi lain, Viktor Gyokeres dianggap masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri sepenuhnya dengan permainan Arsenal. Meski produktif, perannya dinilai belum sepenuhnya optimal dalam skema tim.

“Saya penggemar Gyokeres. Saya selalu mendukungnya sepanjang musim karena saya menyukai sikap dan cara bermainnya,” ujar Groves kepada Metro.

“Dia sudah mencetak 18 gol. Dia sedang beradaptasi dengan kami, dan kami juga beradaptasi dengannya, tetapi menurut saya, dalam laga melawan Manchester City, pendekatan permainan Arsenal lebih efektif dengan opsi lain,” lanjutnya.


Peran Havertz Dinilai Lebih Memberi Kontrol

Pemain Arsenal, Kai Havertz, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Estadio Jose Alvalade, Rabu (8/4/2026). (AP Photo/Armando Franca)

Groves juga menyoroti bagaimana Arsenal bermain lebih direct saat menghadapi Manchester City. Strategi tersebut dinilai memberi keuntungan, terutama lewat peran Havertz di lini depan.

Ia menyebut kemampuan Havertz dalam menahan bola dan membuka ruang membuat Arsenal lebih terorganisir dalam menyerang. Hal itu dianggap penting untuk menjaga kontrol permainan.

“David Raya bermain lebih cepat dan langsung mengirim bola ke Havertz di sisi lapangan. Dari situ, Havertz bisa menahan bola atau mengalirkannya,” kata Groves.

“Dia memberi sedikit lebih banyak kontrol dalam permainan, karena lebih baik dalam menahan bola. Jadi Gyokeres mungkin harus menunggu gilirannya,” tegasnya.


Ancaman Newcastle Tetap Harus Diwaspadai

Viktor Gyoekeres merayakan gol ketiga bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Liga Champions antara Arsenal dan Atletico Madrid di London, Inggris, 21 Oktober 2025. (AP Photo/Alastair Grant)

Meski Newcastle sedang dalam performa buruk, Groves mengingatkan bahwa laga ini tetap tidak akan mudah. Ia menilai Newcastle bisa tampil lebih termotivasi saat menghadapi Arsenal.

Selain itu, faktor sejarah pertemuan kedua tim juga membuat pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat. Newcastle disebut akan meningkatkan intensitas permainan mereka.

“Newcastle akan datang dan mungkin bermain lebih bertahan. Mereka sedang dalam performa buruk, tetapi secara historis selalu ada tensi saat melawan Arsenal,” ujar Groves.

“Mereka akan meningkatkan permainan mereka. Namun, ini semua kembali kepada Arsenal, bagaimana mereka mengontrol diri dan pendekatan mereka dalam pertandingan,” tutupnya.

Sumber: Metro


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya