2 Penyebab Tersering Penyakit Ginjal Kronis yang Bisa Berujung Gagal Ginjal

Salah satunya hipertensi. Bila dibiarkan bisa berujung penyakit ginjal kronis.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 April 2026, 15:00 WIB
ilustrasi penyakit ginjal kronis (sumber: freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol merupakan masalah kesehatan yang paling sering menyebabkan penyakit ginjal kronis (PGK).

Penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara optimal, seperti menyaring darah hingga membuang limbah metabolisme.

Penyakit ginjal kronis memiliki lima tingkatan atau stadium, tahap akhir disebut dengan gagal ginjal. Ini ketika fungsi ginjal hampir atau sepenuhnya berhenti, sehingga memerlukan dialisis atau transplantasi untuk menggantikan fungsi ginjal.

Bagaimana bisa hipertensi dan diabetes berujung penyakit ginjal kronis?

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, Prof. dr. Aida Lydia, Ph.D, SpPD, Subsp. G.H. (K) mengungkapkan bahwa ketika seseorang mengalami diabetes atau kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang itu bisa merusak pembuluh darah.

"Termasuk pembuluh darah halus di ginjal (nefron) yang berfungsi sebagai penyaring. Kerusakan ini menyebabkan fungsi penyaringan ginjal terganggu," kata dokter yang sehari-hari praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah ini.

Salah satu tanda awalnya adalah proteinuria, yaitu kebocoran protein ke dalam urine yang sering ditandai dengan urine berbusa.

Penyakit Ginjal Kronis dan Hipertensi

Sementara itu, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat merusak pembuluh darah ginjal dan organ vital lainnya, seperti jantung dan otak. Aida mengatakan hubungan antara jantung dan ginjal sangat erat.

Ketika ada gangguan pada salah satu organ dapat memengaruhi fungsi organ lainnya.

 

Penyebab Lain Penyakit Ginjal Kronis

Selain diabetes dan hipertensi, Aida mengungkapkan bahwa PGK juga dapat disebabkan oleh:

  • Radang ginjal (glomerulonefritis)
  • Infeksi ginjal
  • Sumbatan saluran kemih, misalnya akibat batu ginjal atau pembesaran prostat
  • Penyakit autoimun seperti lupus
  • Efek samping obat-obatan atau zat tertentu yang bersifat toksik bagi ginjal.

Faktor lain seperti kelainan bawaan (misalnya ginjal polikistik), komplikasi infeksi berat, obesitas, kolesterol tinggi, usia lanjut, serta riwayat keluarga juga meningkatkan risiko terjadinya PGK.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya