Rupiah Sentuh 17.300 per Dolar AS, IHSG Merosot 1,27% pada Sesi Pertama

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh 17.300 turut berdampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 April 2026, 13:26 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham, Kamis, (23/4/2026).(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham, Kamis, (23/4/2026). Koreksi IHSG yang terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh 17.300 dan mayoritas sektor saham melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini pada sesi pertama ditutup turun 1,27% menjadi 7.445,96. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,5% menjadi 724,95. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.582,50 dan level terendah 7.422,48. Sebanyak 445 saham melemah sehingga menekan IHSG. 227 saham menguat dan 145 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.895.485 kali dengan volume perdagangan saham 32,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,7 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mayoritas bergerak terkoreksi. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran investor akan konflik di Timur Tengah meskipun ada pembicaraan gencatan senjata, kemudian terdapat kabar Iran menyita dua kapal komersial di Selat Hormuz.

“Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar AS yang saat ini berada di level 17.300,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liza menambahkan, langkah MSCI yang masih membekukan rebalancing saham Indonesia pada Mei 2026 dan sejumlah prospek perbankan yang negatif dari Fitch juga menjadi dilemma.

Adapun dari 11 sektor saham, hanya sektor saham transportasi yang menguat. Sektor saham transportasi bertambah 2,77%. Di sisi lain, sektor saham industri terpangkas 2,42%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 1,11%, sektor saham basic terpangkas 1,96%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,12%.

Selanjutnya, sektor saham consumer siklikal terpangkas 1,77%, sektor saham kesehatan merosot 0,92%, sektor saham keuangan susut 0,60%. Lalu sektor saham properti turun 0,64%, sektor saham teknologi tergelincir 1,5% dan sektor saham infrastruktur melemah 1,15%.

Top Gainers-Losers

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham KOBX naik 27,87%
  • Saham AMIN naik 25%
  • Saham SKBM naik 25%
  • Saham WBSA naik 24,88%
  • Saham PGLI naik 24,53%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham DEFI merosot 14,96%
  • Saham BOBA merosot 14,79%
  • Saham BAPA merosot 11,73%
  • Saham JSPT merosot 10,95%
  • Saham TALF merosot 10,83%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 517,9 miliar
  • Saham ENRG senilai Rp 501 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 461,8 miliar
  • Saham KOTA senilai Rp 374,8 miliar
  • Saham BDMN senilai Rp 367,4 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham COAL tercatat 107.254  kali
  • Saham KOTA tercatat 102.125 kali
  • Saham ATLA tercatat 61.085 kali
  • Saham BUMI tercatat 42.244 kali
  • Saham BBRI tercatat 41.759  kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya