Uya Kuya Trauma Masa Lalu, Tak Mau Lagi Diam Hadapi Hoaks Setelah Rumahnya Dijarah

Uya Kuya merasa langkah mendiamkan hoaks adalah sebuah kesalahan besar.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 22 April 2026, 12:00 WIB
Uya Kuya. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Uya Kuya melaporkan penyebar hoaks kali bukan tanpa alasan. Sebab ia memiliki kenangan pahit saat fitnah di media sosial berujung pada tindakan kriminal nyata yang menimpa keluarganya.

Uya Kuya teringat kembali pada kejadian menyedihkan yang terjadi di kediamannya. Ia menceritakan dampak fatal dari sikap diamnya di masa lalu terhadap berita bohong.

"Karena gini, kejadian Agustus kemarin yang rumah saya dijarah itu kan adalah banyaknya video hoaks dan video fitnah yang beredar yang saya diemin. Saya nggak klarifikasi karena saya nggak biasa mengklarifikasi kalau memang itu hoaks kan," kata Uya Kuya di DPR RI, Jakarta, Selasa (21/42/026).

"Waktu Agustus kemarin saya belajar dari pengalaman beredarnya ribuan video hoaks dari video-video lama saya yang dijahit, dikasih tambahan tulisan-tulisan 'dua puluh enam juta per bulan' segala macem. Itu bukan omongan saya, saya nggak pernah ngomong gitu. Tapi itu diproduksi secara masif dan orang percaya itu saya. Padahal saya nggak pernah ngeluarin statement itu. Akhirnya akibatnya rumah saya dijarah. Keluarga saya dikorbankan kemarin. Itu akibat berita hoaks yang segitu jahatnya dan saya diamkan," Uya menjelaskan.

 


Uya Tak Mau Diam Lagi

Potret Uya Kuya perdana masuk rumah usai dijarah massa. [YouTube: Uya Kuya TV]

Uya merasa harus lebih proaktif dalam membela diri dari segala bentuk tuduhan yang tidak berdasar. Ia tidak ingin peristiwa penjarahan tersebut terulang kembali hanya karena narasi negatif yang dibiarkan liar.

"Jadi sekarang saya enggak mau tinggal diam lagi, saya mau nggak mau harus saya laporkan. Jadi sekarang marilah kita sama-sama jangan sampai tinggal diam kalau ada berita hoaks, ada fitnah, laporin. Harus ada efek jera menurut saya," katanya.


Jaga Ketenangan Keluarga

Uya Kuya. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Uya merasa sakit hati melihat keluarganya terus-menerus menjadi sasaran para kreator konten hoaks. Baginya, keamanan dan ketenangan istri serta anak-anaknya adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Kemarin udah dilaporin, udah diminta keterangan. Iya emang fitnah fitnah... Anak-anak juga nanya, 'Pa nih apa lagi sih ini' gitu lho. Anak-anak nanya emang Papa punya dapur gitu kan. Papa sampai sekarang nggak punya satu pun dapur MBG gitu kan. Ya kita sedihlah pastilah. Karena mereka alami apa yang terjadi sama keluarga kita di bulan Agustus itu kan akibat beredarnya video-video hoaks," urainya.


Mau Tak Mau Mesti Klarifikasi

Uya mengakui bahwa mendiamkan hoaks adalah sebuah kesalahan besar. Sekarang, ia berkomitmen untuk selalu melakukan klarifikasi meski hal itu sebenarnya bukan hobinya.

"Tapi salahnya kemarin gua tidak mengklarifikasi. Salahnya bulan Agustus kemarin gua diem aja. Ya sekarang gua nggak mau diam, sekarang lapor. Kalau ada fitnah, klarifikasi. Walaupun gua nggak suka klarifikasi-klarifikasi terus cuma ya mau nggak mau. Jahat sih menurut gua orang-orang yang begini, zholim jahat," pungkas Uya Kuya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya