Penyebab Kekalahan Arsenal dari Manchester City Akhirnya Terungkap, Apa Itu?

Kekalahan tipis 1-2 Arsenal saat bertandang ke markas Manchester City pada laga Minggu (19/4/2026) menyisakan sejumlah catatan penting.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 20 April 2026, 16:56 WIB
Ekspresi Eberechi Eze usai Erling Haaland mencetak gol di laga Manchester City vs Arsenal di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (19/04/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan tipis 1-2 yang dialami Arsenal saat bertandang ke markas Manchester City pada laga Minggu (19/4/2026) menyisakan sejumlah catatan penting.

Meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan, The Gunners harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.

Berbagai faktor sempat disorot sebagai penyebab kekalahan, mulai dari performa di bawah standar Gabriel Magalhaes, kesalahan krusial Eberechi Eze, hingga badai cedera yang memengaruhi stabilitas tim. Namun, kapten Arsenal, Martin Odegaard, memiliki pandangan yang lebih spesifik terkait hasil tersebut.


Penilaian Odegaard

Mikel Arteta masuk ke lapangan usai laga Manchester City vs Arsenal di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (19/04/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Dalam wawancaranya bersama Sky Sports, Odegaard menilai bahwa penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang membuat timnya gagal meraih poin di Etihad Stadium.

Arsenal sejatinya menunjukkan performa yang cukup solid. Mereka tampil agresif dalam menekan, kuat dalam duel fisik, serta mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama di babak kedua. Dalam beberapa momen, Arsenal bahkan terlihat mampu mengimbangi dominasi tuan rumah.

“Kami tentu kecewa tidak bisa meraih hasil. Kami datang dengan ambisi mendapatkan poin, dan menurut saya kami bermain cukup baik. Kami melakukan pressing dengan bagus dan memiliki beberapa momen positif, terutama di babak kedua di mana kami terlihat lebih berbahaya,” ujar Odegaard.

Penampilan tersebut mencerminkan bahwa Arsenal tidak sepenuhnya tampil buruk. Mereka mampu memaksa City keluar dari zona nyaman dan membuka ruang untuk menciptakan peluang. Namun, perbedaan kualitas terlihat jelas saat memasuki fase akhir serangan.


Arsenal Gagal Manfaatkan Peluang

Pemain Manchester City, Erling Haaland, berebut bola dengan pemain Arsenal, Martin Odegaard, dalam pertandingan Liga Inggris di Etihad, Inggris, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Odegaard menegaskan bahwa timnya memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Sayangnya, ketajaman di depan gawang justru menjadi titik lemah.

“Ada beberapa peluang besar di depan gawang. Dalam pertandingan seperti ini, detail kecil sangat menentukan. Kami kurang tajam dalam penyelesaian akhir, dan itu yang membuat kami pulang tanpa hasil,” tambahnya.

Satu-satunya gol Arsenal dalam laga tersebut bahkan lahir dari kesalahan penjaga gawang lawan, bukan dari skema serangan yang benar-benar matang. Hal ini semakin menegaskan bahwa efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Mikel Arteta.


Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya