Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi muda spesialis lagu Mandarin, Icha Yang, berbagi kabar bahagia. Ia dapat perhatian dari pebisnis sekaligus figur inspiratif di medsos, Inge Fang. Inge Fang dikenal luas di dalam dan luar negeri salah satunya karena kerap berbagi video dirinya menyanyikan lagu-lagu Icha Yang. Perhatian tersebut jadi dorongan besar bagi Icha Yang dalam menapaki kariernya di dunia musik. Penyanyi berusia 24 tahun asal Jember, Jawa Timur itu makin bersemangat, setelah berkesempatan tampil di TV Hunan, Tiongkok lewat program Qing Chun Chuang·Ge.
“Rasanya seperti mimpi bisa mendapat perhatian dari Inge Fang. Ini jadi motivasi besar untuk terus berkembang,” kata Icha Yang ketika dihubungi Showbiz Liputan6.com, Minggu (19/4/2026). Icha Yang menyebut Tiongkok atau Cina salah satu barometer penting dalam rekam jejak kariernya sebagai penyanyi lagu Mandarin asal Indonesia. Ia dapat respons positif, dari masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia maupun saat tampil langsung di Tiongkok.
Advertisement
Keseriusan Icha Yang menekuni musik Mandarin ditunjukkan dengan berbagai inovasi. Ia kerap memadukan lagu Indonesia ke dalam versi Mandarin, atau sebaliknya. Selain itu, Icha Yang mengemas aransemen musik yang lebih energik untuk menarik minat anak muda.
“Tidak mudah menyanyikan lagu Mandarin, apalagi saya orang Indonesia dan tidak memiliki keturunan Tionghoa. Tapi itu justru menjadi tantangan yang saya nikmati,” beri tahunya seraya bersyukur, performanya kerap disambut hangat masyarakat Tanah Air.
Ikut Bergoyang
Bagi Icha Yang, menyenangkan bisa menjalin interaksi langsung dengan penonton. Tak sedikit yang larut dalam suasana dan ikut bergoyang mengikuti alunan musik yang dibawakannya.
Penonton dan fans punya peran besar dalam membesarkan karier Icha Yang di industri musik Tanah Air. Dengan dukungan dan apresiasi yang terus mengalir, ia makin optimistis menatap masa depan.
Komitmen Membawa Warna Baru
Icha Yang berkomitmen membawa warna baru dalam industri musik dan memperkenalkan karya-karya bernuansa Mandarin dari Indonesia ke panggung dunia. Jam terbangnya pun makin tinggi.
Maret 2026 misalnya, Icha Yang manggung dalam perayaan malam Cap Go Meh bertema “Discover Timeless Harmony” di Hotel Borobudur Jakarta, sebagai bagian dari Harmoni Imlek Nusantara.
Tak Henti Ucap Syukur
Ini kali kedua Icha Yang manggung di hotel bersejarah tersebut. Bedanya, kala itu seluruh setlist dirancang khusus dengan dominasi lagu Mandarin. “Tahun ini konsepnya memang berbeda,” kata Icha Yang setelah manggung.
Menurutnya, konsep yang diusung selaras dengan momen Cap Go Meh sebagai puncak perayaan Imlek dengan menghadirkan nuansa Tionghoa yang kental sekaligus autentik.