Liputan6.com, Jakarta - Profesi guru, sebagai garda terdepan pendidikan bangsa, tak jarang menjadi sasaran hoaks. Berita bohong ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari klaim terkait kesejahteraan hinga status kepegawaian. Fenomena ini menimbulkan keresahan dan kebingungan di kalangan pendidik.
Dampak dari hoaks tersebut tidak hanya sebatas informasi yang menyesatkan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian finansial, penyalahgunaan data pribadi, bahkan merusak reputasi individu maupun institusi.
Advertisement
Oleh karena itu, penting bagi para guru dan masyarakat umum untuk selalu waspada serta melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar. Memahami modus dan jenis hoaks yang sering menargetkan profesi mulia ini adalah langkah awal dalam menangkal penyebarannya.
Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap beragam hoaks yang menargetkan profesi guru, simak daftarnya.
Link Pendaftaran Bantuan Insentif Guru ASN dan Honorer
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk guru ASN dan guru honorer. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 14 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Pemerintah Hadir Menyalurkan Bantuan Insentif untuk GURU ASN,GURU NON ASN Dan Pegawai Negeri Sipil Beserta GURU HONORER
Bantuan Sebesar Rp. 2.100.000 Dicairkan Serentak Di Seluruh Wilayah Indonesia
Untuk Mendapatkan bantuannya,Silahkan Daftar di Link Resmi �"
Postingan menyertakan poster dengan tulisan:
"BANTUAN INSENTIF
HADIR UNTUK ASN, GURU HONORER & PEGAWAI NEGERI
Guru Hebat, Indonesia Kuat.
Untuk dapatkan bantuan langsung daftar dengan cara klik link daftar
DI CAIRKAN SERENTAK DI SELURUH INDONESIA
BANTUAN SEBESAR RP.2.100.000"
Unggahan disertai menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi seperti nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk guru ASN dan guru honorer? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Guru ASN Bayar Iuran BPJS 26 Kali Dalam Setahun
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2026.
Klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun berupa video reels yang nemampilkan tulisan sebagai berikut.
"Info yang lagi viral
Ternyata ASN Guru membayar 26 x iuran BPJS Selama 1 tahun.
Dari gajih bulanan 12 x dari TPG 12 x dari THR 2 X
Semoga menjadi amal jariyah dan benar disalurkan untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya yang kurang mampu"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"💘🧕 Menyala potongan BPJS ASN guru 26 x dalam setahun💘🧕
Semoga direalisasikan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia."
Benarkah klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
Pendaftaran Bantuan Insentif untuk Guru 2026
Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk semua guru pada 2026. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 20 Januari 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Pendaftaran Online
Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru* ASN/PNS & INFO TASPEN (PENSIUNAN)
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan INSENTIF GURU ASN, PNS, senilai 21.000.0000 raih peluan di tahun 2026 !
DAPATKAN SEKARANG
kuota cepat penuh setiap gelombang
INFO SELENGKAPNYA BURUAN DAFTAR ONLINE 👇👇👇"
Unggahan disertai menu pendaftaran, yang jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan insentif untuk semua guru pada 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.