IPB Libatkan Mahasiswa Tangani Kasus Pelecehan di Kampus

IPB University melibatkan mahasiswa dalam penanganan kasus pelecehan seksual untuk memperkuat transparansi dan kepercayaan publik.

oleh Tim NewsDiterbitkan 17 April 2026, 23:33 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - IPB University melibatkan mahasiswa dalam penanganan dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan kampus tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual dan berkomitmen memastikan proses penanganan berjalan terbuka dan partisipatif.

"Kami tidak mentoleransi dan menormalisasi segala bentuk kekerasan seksual. Kami berkomitmen memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan unsur mahasiswa,” ujar Alim usai dialog antara pimpinan kampus dan mahasiswa di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Jumat (17/4/2026).

Menurut Alim, IPB tidak hanya fokus pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis guna menghasilkan penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan.

Dialog tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan menjadi forum terbuka untuk membahas penanganan kasus yang tengah menjadi sorotan publik.

 

Komitmen Jaga Transparansi

Direktur Kerja Sama, Komunikasi dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, mengatakan pelibatan mahasiswa merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga transparansi.

“Pelibatan partisipasi mahasiswa ini penting untuk memastikan proses berjalan secara terbuka, berkeadilan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi,” kata Alfian.

Ia menjelaskan, keterlibatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan organisasi serta perwakilan mahasiswa agar setiap tahapan penanganan dapat dipantau secara terbuka.

IPB juga memastikan seluruh laporan ditangani secara profesional dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, perlindungan korban, serta keadilan bagi semua pihak.

Sementara itu, Ketua BEM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, mengapresiasi langkah kampus yang membuka ruang dialog langsung dengan mahasiswa.

“Kami bersyukur dapat difasilitasi bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan. Dalam pertemuan ini, tidak hanya dibahas aspek teknis, tetapi juga hingga pada penyusunan regulasi,” ujarnya.

 

Wujudkan Ruang Aman

Abdan menambahkan, sejumlah poin tuntutan mahasiswa terkait regulasi dan prosedur telah disepakati dalam forum tersebut.

“Harapannya kita bisa menjadi 'co-creator' untuk mewujudkan ruang yang aman, tidak hanya dari institusi, tetapi juga dengan keterlibatan mahasiswa,” katanya.

Dugaan kasus pelecehan seksual di IPB sebelumnya menjadi sorotan publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan bernada vulgar di grup WhatsApp mahasiswa di media sosial.

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya