Barcelona Layangkan Protes Kedua ke UEFA, Soroti Kepemimpinan Wasit Lawan Atletico Madrid

Barcelona mengambil langkah serius dengan melayangkan protes resmi kedua kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit dalam laga versus Atletico Madrid.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 17 April 2026, 16:26 WIB
Kedua tim bermain lebih hati-hati, dengan Barcelona tetap mendominasi penguasaan bola. Tampak dalam foto, penyerang Atletico Madrid asal Argentina, Julian Alvarez (tengah) bersama rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan di akhir pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali mengambil langkah serius dengan melayangkan protes resmi kedua kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit dalam laga perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Langkah ini diambil setelah tim asal Catalonia tersebut tersingkir secara agregat 2-3 meski menang 2-1 di Stadion Metropolitano dalam laga leg kedua, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut memicu kemarahan besar di kubu Barcelona, termasuk dari winger mereka, Raphinha, yang secara terang-terangan menyebut pertandingan tersebut sebagai “perampokan”.


Keputusan Wasit Jadi Sorotan

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, menggiring bola ke depan dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Atletico Madrid di Madrid, Spanyol, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Bernat Armangue)

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menilai sejumlah keputusan wasit di dua leg pertandingan tidak sesuai dengan aturan permainan. Klub menyoroti kurangnya intervensi dari VAR dalam beberapa momen krusial yang dinilai berpengaruh langsung terhadap jalannya pertandingan.

Selain itu, Barcelona juga mengklaim seharusnya mereka mendapatkan hadiah penalti di kedua leg. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Atletico Madrid yang memiliki pandangan berbeda terhadap insiden-insiden tersebut.

Barcelona menegaskan bahwa akumulasi kesalahan tersebut tidak hanya berdampak pada hasil pertandingan, tetapi juga menimbulkan kerugian secara sportif dan finansial bagi klub.


Protes Pertama Ditolak UEFA

Bertanding di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, kedua tim langsung tampil menekan. Tampak dalam foto, bek Atletico Madrid asal Spanyol, Robin Le Normand (kiri), berebut bola dengan Gerard Martin (Barcelona) selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Metropolitano, Madrid pada Selasa 14 April 2026 waktu setempat atau Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. (Javier SORIANO/AFP)

Sebelumnya, Barcelona telah lebih dulu mengajukan keluhan terkait dugaan handball yang dilakukan bek Atletico, Marc Pubill. Namun, UEFA menolak menindaklanjuti laporan tersebut dengan alasan tidak dapat diterima (inadmissible).

Keputusan UEFA itu memicu kekecewaan di internal Barcelona. Mereka merasa laporan tersebut tidak mendapat respons yang layak dan mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap klub.

Melalui pengajuan protes kedua ini, Barcelona tidak hanya menuntut evaluasi, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan UEFA dalam memperbaiki sistem perwasitan.

Klub berharap adanya peningkatan dalam penerapan aturan yang lebih ketat, adil, dan transparan di masa depan, termasuk optimalisasi penggunaan teknologi VAR agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya