Camavinga Minta Maaf Usai Kartu Merah yang Sebabkan Real Madrid Tersingkir

Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga minta maaf usai kartu merah lawan Bayern Munchen yang berujung tersingkir di Liga Champions.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 17 April 2026, 14:34 WIB
Di babak kedua, Benfica tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan agregat dan melupakan sektor petahanan. Tampak dalam foto, gelandang SL Benfica asal Luksemburg, Leandro Barreiro (kiri) berebut bola dengan gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga (tengah) selama pertandingan leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu 25 Februari 2026 waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid harus mengubur mimpi di Liga Champions setelah kalah dramatis dari Bayern Munchen pada leg kedua perempat final. Kekalahan itu semakin terasa pahit karena insiden kartu merah yang melibatkan Eduardo Camavinga di fase krusial pertandingan.

Pertandingan di Allianz Arena sempat memberi harapan bagi Real Madrid untuk membalikkan keadaan. Namun, momentum berubah drastis di menit akhir saat Camavinga diusir keluar lapangan.

Situasi tersebut langsung memicu kritik karena keputusan itu datang ketika tim masih berusaha mengejar hasil. Keunggulan psikologis pun beralih ke Bayern, yang akhirnya memastikan langkah ke semifinal.


Momen Penentu yang Berujung Petaka

Pemain Bayern Munchen Jonathan Tah (tengah), pemain Real Madrid Antonio Rudiger (kanan), dan pemain Real Madrid Vinicius Junior pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Madrid, Spanyol, Selasa, 7 April 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)

Camavinga sebenarnya masuk sebagai pemain pengganti dengan harapan membawa energi baru di lini tengah. Keputusan itu diambil setelah absennya Aurelien Tchouameni akibat skorsing.

Namun, kontribusi yang diharapkan tidak berjalan sesuai rencana setelah jeda pertandingan. Camavinga kesulitan mengontrol permainan dan justru terlibat masalah dengan wasit.

Insiden krusial terjadi saat ia menahan bola meski sudah mendapat peringatan. Aksi tersebut berujung kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah.

Keputusan itu dianggap sebagian pihak terlalu keras, tetapi tetap dinilai bisa dihindari. Dampaknya sangat besar karena Real Madrid kehilangan keseimbangan di momen penentuan.


Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang harus angkat koper di babak perempat final, hanya kedua kalinya dalam 14 musim terakhir. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Argentina, Franco Mastuantono (tengah), menyapa para penggemar setelah berakhirnya pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan FC Bayern Munchen di Allianz Arena, Jerman Selatan, pada Rabu 15 April 2026 waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. (Karl-Josef HILDENBRAND/AFP)

Sehari setelah pertandingan, Camavinga akhirnya angkat bicara melalui media sosial. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada tim dan para pendukung.

“Saya bertanggung jawab atas bagian saya. Saya ingin meminta maaf kepada tim dan fans Madrid. Terima kasih atas semua dukungan. Hala Madrid, selalu,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap dewasa dari pemain berusia 23 tahun itu. Ia memilih menghadapi situasi sulit dengan menerima kesalahan secara langsung.

Meski mendapat tekanan, Camavinga tetap menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang Real Madrid. Fleksibilitasnya bermain di beberapa posisi membuatnya tetap memiliki nilai tinggi di skuad.

Insiden ini menjadi pelajaran penting dalam kariernya yang masih panjang. Kontribusinya selama ini tetap menjadi fondasi penting bagi Real Madrid ke depan.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya