3 Ton Ikan Sapu-Sapu Terjaring dalam Operasi di Setu Babakan Jagakarsa

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 17 April 2026, 13:15 WIB
3 Ton Ikan Sapu-Sapu Terjaring dalam Operasi di Setu Babakan Jagakarsa
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan serentak di lima wilayah DKI Jakarta, Jumat (17/4/2026). Salah satunya di saluran PHB Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menghasilkan tangkapan lebih dari tiga ton ikan sapu-sapu dengan melibatkan sejumlah personel di lapangan. Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan berlangsung selama tiga jam. Terhitung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai semakin mendominasi perairan di wilayah Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa keberadaan ikan ini telah mencapai sekitar 60 persen dari populasi ikan di sungai-sungai Jakarta. Sebagai informasi, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Kehadirannya berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup ikan lokal karena ikan ini memakan telur ikan lain, terutama spesies endemik. Kondisi tersebut menyebabkan populasi ikan asli sulit berkembang dan terancam menurun.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengangkat jaring berisi ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan serentak di lima wilayah DKI Jakarta. (merdeka.com/Arie Basuki)
Salah satunya di saluran PHB Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tampak dalam foto, petugas menjaring ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Kegiatan ini menghasilkan tangkapan lebih dari tiga ton ikan sapu-sapu dengan melibatkan sejumlah personel di lapangan. Tampak dalam foto, petugas mengangkat jaring berisi ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan berlangsung selama tiga jam. Terhitung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Tampak dalam foto, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memindahkan ikan sapu-sapu dari jaring di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai semakin mendominasi perairan di wilayah Ibu Kota. Tampak dalam foto, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengangkat jaring berisi ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa keberadaan ikan ini telah mencapai sekitar 60 persen dari populasi ikan di sungai-sungai Jakarta. Tampak dalam foto, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memasukkan ikan sapu-sapu ke dalam karung di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Sebagai informasi, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Tampak dalam foto, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menunjukkan ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Kehadirannya berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup ikan lokal karena ikan ini memakan telur ikan lain, terutama spesies endemik. Tampak dalam foto, petugas mengubur ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya